Tips Memilih Alat Tes Kecakapan Berbahasa Inggris

Oleh: Carolina Damayanti

Peranan komunikasi sangatlah penting bagi perusahaan. Komunikasi yang efektif dan handal sudah bukan lagi keharusan melainkan kebutuhan vital yang menentukan roda bisnis yang dijalankan. Komunikasi harus berjalan baik dengan berbagai pihak, mulai dari sesama karyawan di dalam perusahaan, mitra perusahaan, klien dan juga masyarakat umum terutama yang menyoroti perusahaan. Dalam era global saat ini, dimana perusahaan memiliki akses yang lebih luas terhadap dunia luar dan peluang untuk go internasional sangatlah besar, maka kemahiran komunikasi bahasa Inggris merupakan hal yang vital.

Manajer HR harus mampu mengidentifikasi dengan tepat karyawan mana yang dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris. Identifikasi karyawan ini  dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur/tes yang tepat dan berkualitas terhadap kemampuan komunikasi Bahasa Inggris.

Bagaimana memilih alat ukur kecakapan komunikasi bahasa Inggris yang tepat? Apa saja kriterianya?

Alat  ukur dapat disebut berkualitas apabila memenuhi beberapa kriteria di bawah ini yang diurut berdasarkan tingkat keutamaan. Tiga kriteria pertama adalah wajib ada pada alat ukur yang berkualitas. Beberapa kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1. Validitas

2.Reliabilitas

3.Objektivitas

4.Kegunaan/Kepraktisan

5.Efisiensi

    1. Validitas

    Validitas adalah ukuran seberapa cermat suatu alat ukur melakukan fungsi ukurnya. Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Misalnya penggaris adalah alat ukur yang valid untuk mengukur panjang benda, namun bukan alat ukur yang valid untuk mengukur berat benda tersebut.

    Secara umum, validitas tes, dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu:

    a) Validitas Isi (Content Validity)

    b) ValiditasKonstruksi (Construct Validity)

    a. Validitas isi

    adalah tingkat ketepatan alat ukur ditinjau dari materinya. Dikatakan memiliki validitas isi  apabila materi dari alat ukur tersebut mewakili atau sesuai dengan materi atau isi dari kemampuan yang akan dievaluasi.

    Misalnya alat ukur untuk mengukur kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, maka materi alat ukur tersebut haruslah mencerminkan kondisi yang membutuhkan kecapakan berkomunikasi dalam bahasa Inggris seperti menulis email, menjawab telpon dan lain-lain.

    b. Validitas konstruksi

    Suatu alat ukur dikatakan memiliki validitas konstruksi jika alat ukur tersebut memiliki indikator pengukur tujuan yang ditetapkan dilihat dari segi bentuk, susunan atau kerangka butir-butir pertanyaan.

    Misalnya suatu alat ukur untuk menguji kecakapan komunikasi dalam bahasa Inggris yang valid, akan terlihat dalam sesi listeningnya di mana seseorang diminta memilih statement yang sesuai dengan gambar yang terdapat di buku soal yang sesuai dengan pernyataan yang diperdengarkan. Hal ini untuk menguji kemampuan seseorang untuk melihat dan mengkomunikasikan sesuatu yang ia lihat.

    2. Reliabilitas

    Reliabilitas adalah tingkat konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama dan tes yang sama pula ketika diuji pada waktu yang berbeda. Atau, konsistensi skor juga dapat diperoleh dengan soal yang berbeda tetapi memiliki kesamaan dari berbagai aspek.

    Reliabilitas dapat ditinjau dari:

    • Parallel-Forms Reliability
      Konsistensi skor yang dicapai orang yang sama dengan menggunakan tipe buku (form) soal yang berbeda dari tes yang sama .
    • Inter-Rater Reliability
      Konsistensi skor yang diberikan oleh penilai yang berbeda terhadap hasil tes yang sama
    • Test-Retest Reliability
      Konsistensi skor peserta tes dengan kemampuan yang sama yang diukur pada saat yang berbeda

    Bahasa Inggris merupakan keahlian yang tidak dapat diperoleh sempurna dalam waktu singkat, membutuhkan proses pembelajaran, latihan yang intensif dalam periode tertentu untuk mencapai kecakapan yang diinginkan. Apabila seseorang melakukan pengukuran dengan alat tes yang sama dalam waktu dekat dan mendapat skor yang berbeda secara signifikan, maka dipastikan alat ukur tersebut tidak reliable.

    3. Objektivitas dan Penerimaan Pihak Luar

    Alat ukur harus benar-benar mengukur apa yang diukur, tanpa adanya intervensi ataupun interpretasi yang tidak ada hubungannya dengan alat ukur tersebut. Dengan menggunakan pihak luar yang netral sebagai yang melakukan pengukuran, maka objektivitas alat ukur dapat terjaga.

    Skor yang diperoleh harus bisa menunjukkan level kemampuan komunikasi seseorang yang bisa diakui oleh pihak lain yang tidak memiliki hubungan apapun, sehingga kemampuan pemilik skor akan sama di mana pun dia berada atau memiliki kemampuan yang sama dengan pemilik skor lainnya yang berada di perusahaan berbeda pada bidang yang sama, perusahaan yang sama yang berada di wilayah/negara  berbeda, perusahaan di bidang yang berbeda di negara yang sama ataupun berbeda.

    4.  Kegunaan/Kepraktisan.

    Ciri lain dari alat evaluasi ialah usefulness (harus berguna). Skor atau hasil evaluasi harus bisa memberikan deskripsi dari skor tersebut. Banyak alat ukur hanya memberikan skor tapi tidak memberikan informasi berupa keahlian apa saja yang bisa dilakukan berdasarkan skor yang dicapai tersebut. Deskripsi ini bisa membantu manajer HR untuk menentukan keputusan seperti:

    a. Kriteria perekrutan karyawan

    b. Kriteria promosi jabatan

    c. Kriteria penugasan ke luar negeri

    d. Analisis kebutuhan training komunikasi bahasa Inggris

    e. Analisis keberhasilan training bahasa Inggris, dsb.

    5. Efisiensi.

    Suatu alat ukur sedapat mungkin dipergunakan tanpa membuang waktu dan biaya besar. Dengan menggunakan alat ukur yang bisa memberikan hasil dalam waktu yang cepat dan dengan biaya yang relatif terjangkau, akan mendukung efisiensi dalam proses asessmen/pengukuran terhadap karyawan.

    Sangat banyak alat ukur yang beredar di pasaran, pastikan Anda paham tujuan pengukuran yang dilakukan dan dapat memperoleh data yang dibutuhkan guna mencapai tujuan perusahaan Anda. (adv)

    Tags: , ,