Mengoptimalkan Presentasi sebagai Peluang Sukses

Dalam dunia kerja atau bisnis modern, presentasi merupakan aktivitas yang tak lagi bisa dihindari. Setiap profesional dituntut untuk memiliki <I>skill</i> berbicara di depan umum, lewat pemaparan ala "power-point" dan menjadi pusat perhatian. Bagi yang tidak biasa, kegiatan ini barangkali cukup menakutkan dan membuat gugup. Namun, kalau Anda ingin bersinar di mata orang lain, klien maupun lingkungan serta jaringan kerja Anda, maka tidak ada pilihan lain.
Dalam organisasi apa pun, tampil sangat penting untuk dikenal dan untuk maju. Presentasi, maupun bentuk yang lebih "jadul", misalnya pidato, merupakan sarana terbaik untuk menampilkan diri. Namun, seperti bentuk-bentuk penampilan publik umumnya, selalu ada risiko. Jika momen Anda di panggung tampak buruk, reputasi Anda akan rusak selamanya. Anda dapat meminimalkan risiko itu, dan mengoptimalkan potensi kemenangan dengan persiapan yang cermat.
Menurut Dr Karen Otazo dalam bukunya yang telah diterjamahkan ke dalam Bahasa Indonesia berjudul <I>Kebenaran tentang Mengelola Karier Anda</I> (Esensi, Jakarta, 2007), persiapan tidak hanya mencakup penguasaan subjek, meskipun itu pasti penting. Kunci sesungguhnya untuk sukses adalah bersiap untuk audiens dan harapan mereka, dengan menetapkan sebeluknya, kesan apa yang ingin Anda tinggalkan kepada mereka. Sehingga, Anda dapat meracik setiap aspek presentasi Anda.
"Berpikirlah tentang bagaimana Anda ingin tampak di mata orang, bukan hanya melalui kata-kata tapi juga penampilan Anda," ujar pelatih eksekutif global dan konsultan bagi berbagai perusahaan multinasional di seluruh dunia itu. Ditambahkan juga, bagaimana Anda menanggapi pertanyaan juga merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam presentasi. "Semakin kurang familiar kelompok yang akan Anda hadapi, persiapan Anda juga harus semakin banyak," saran dia.
Berikut tips mengoptimalkan presentasi Anda agar menjadi peluang untuk bersinar dan meraih sukses, yang dirangkum dan diolah dari Dr Karen Otazo:
1. <B>Tunjukkan Anda menguasai bidang Anda dan memegang kendali atas masalah</B>.
— Presentasikan ide Anda dengan jelas dan logis sehingga audiens merasa yakin dengan Anda karena mereka memahami argumen Anda.
— Berikan benang merah atau tema yang jelas bagi mereka melalui poin-poin yang Anda sajikan.
— <I>Slide</I> sangat berguna untuk membantu Anda tetap pada jalur, tapi tuliskan pemicunya saja, bukan segalanya yang ingin Anda katakan.
— Betapa pun cintanya Anda pada topik itu, tahanlah godaan untuk memberi tahu segalanya pada audiens.
— Buatlah presentasi Anda fokus dan pendek, orang hanya dapat mengingat sekitar tiga poin saja.
2. <B>Pastikan pendapat Anda didengar</B>.
— Berbicaralah layaknya seorang profesional agar Anda dipandang sebagai orang yang memiliki otoritas.
— Berpakaianlah satu tingkatan lebih tinggi daripada audiens Anda; jika mereka berbusana santai, Anda harus memakai setelan bisnis.
— Mengutip pemikiran dan pendapat manajemen senior bisa mendatangkan respek.
3. <B>Menghadapi pertanyaan dengan percaya diri dan meyakinkan</B>.
— Buatlah orang terkesan dengan kemampuan menjawab pertanyaan yang sulit dengan baik.
— Ada kalanya perlu menanggapi pertanyaan dengan humor yang baik.
— Tangkis pertanyaan antagonistis dengan respons netral, atau:
— Dengan tenang dan percaya diri mengakui Anda tidak tahu jawabannya tapi akan mencari tahu.
4. <B>Tetap tenang dalam kondisi tertekan</B>. Bersiaplah jika <I>slide</I>-nya tidak berfungsi misalnya, dan nikmatilah berbicara tanpanya. Hadapi segala bentuk kegagalan teknologi dengan inisiatif dan ketenangan.