7 Rahasia CEO Berlibur Tanpa Rasa Cemas

Liburan merupakan bagian dari kebutuhan manusia, begitu juga untuk seorang CEO di perusahaan. Kepenatan dan kerumitan persoalan kantor membuat Anda ingin menjauh dari layar komputer, dan memutuskan untuk merancang liburan bersama keluarga.

Berlibur dalam arti benar-benar beristirahat dari urusan kantor berguna untuk me-recharge diri Anda agar segar kembali. Melakukan aktivitas yang santai dalam beberapa waktu yang lama akan membuat Anda lebih produktif dan lebih berenergi saat kembali bekerja. Maka biarkan diri Anda menikmati waktu liburan dan tidak terganggu dari urusan pekerjaan sama sekali.

Walaupun pada kenyataannya hal itu lebih mudah diucapkan ketimbang melakukannya, terutama bagi Anda yang menjalankan bisnis dan mengatur beberapan tim dan projek. Ditambah, teknologi membuat Anda lebih mudah melihat email, menerima conference call atau langsung tersambung secara remote ke kesibukan sehari-hari.

Percayalah, hal di atas sebenarnya cenderung menyusahkan tim Anda sendiri. Dengan tetap terhubung ke pekerjaan saat liburan, Anda juga merepotkan tim dan orang-orang yang bekerja untuk Anda.

Seperti, jika Anda hanya membalas beberapa email kantor tetapi tidak membalas seluruh email yang masuk, Tim Anda akan kebingungan untuk mengambil keputusan, apakah mereka harus menunggu Anda atau langsung menjawab pertanyaan dan mengambil keputusan. Alhasil, pekerjaan jadi berjalan kurang produktif dan menyulitkan.

Sebaiknya lakukan 7 aturan pintar berikut ini :

1. Buat Aturan Dasar

Buatlah beberapa aturan sebelum Anda pergi. Jika Anda tidak bisa memeriksa email, jelaskan mekanisme penjawaban email Anda kepada orang sekitar. Mungkin Anda hanya memeriksa email sekali dalam sehari, dan hanya merespon email yang ditandai “penting” atau Anda tidak akan menjawab sama sekali. Pastikan untuk membuat perencanaan sebelum Anda pergi sehingga semua orang mengetahui apa yang diharapkan.

2. Delegasikan Pekerjaan

Pastikan tim Anda merasa didukung walau berjalan tanpa Anda. Delegasikan tanggung jawab dalam persetujuan dan pengambilan keputusan kepada anggota tim yang Anda percayai. Dan pastikan tim Anda tahu siapa yang bertanggung jawab untuk itu. Hal ini akan memudahkan Anda memantau pekerjaan yang didelegasikan dan memberdayakan karyawan untuk mengasah kemampuan inisiatif mereka ketika Anda pergi.

3. Berikan Jadwal kepada Diri Anda

Jika Anda berniat hanya akan memeriksa email sekali sehari, tetaplah begitu. Jika Anda memutuskan untuk melakukan sekali conference call, jangan ditambah lagi hanya karena Anda merasa harus dan waktu Anda sedang kosong. Tetaplah kepada rencana awal yang telah Anda atur.

4. Jangan Selalu Merespon

Makin sering Anda merespon email atau telpon yang tidak penting, maka tanggung jawab akan semakin tidak jelas. Anda sedang berlibur, Anda harus melakukan yang terbaik di sana. Ingatlah dengan begitu, Anda juga sedang membantu tim Anda.

5. Kepercayaan

Pasti ada alasan mengapa Anda memilih merekrut orang-orang kepercayaan Anda saat ini, bekerja dengan mereka dan mempercayai mereka. Ingatlah hal itu, dan sebaiknya jangan khawatir dengan apa yang akan terjadi jika Anda sedang berlibur.

6. Relakan sedikit Kesalahan

Setiap orang pada suatu waktu akan menjatuhkan bola, hitung itu sebagai pengalaman belajar. Biarkanlah kesalahan terjadi saat Anda pergi, hal itu tidak akan menjadi hari kiamat untuk Anda.

7. Nikmati Liburan Anda

Benar-benarlah berlibur, Anda layak mendapatkannya. Sangat  disayangkan  jika saat berlibur Anda masih selalu memeriksa keadaan kantor terus-menerus. Karena tentulah mereka tidak memiliki waktu yang berharga di hari liburnya.

Pemimpin yang hebat adalah para pemimpin yang tidak terdengar ketika mereka sedang berlibur. Berilah contoh yang bagus dan bersenang-senanglah, bahkan kalau bisa pergilah ke tempat yang tidak terjangkau sinyal telepon selular Anda. Selamat berlibur.

Tags: ,