Yuk, Jadi Nomor Satu, Yuk!


Siapa pun yang pernah bertemu langsung dengan Eileen Rachman, berbincang atau sekedar mendengarkan ceramah maupun presentasinya, sulit rasanya untuk tak langsung jatuh hati. Sebagai konsultan HR, keterampilan olah retorika Eileen yang begitu mengesankan hanya bisa ditandingi oleh para motivator nomor satu. Toh, meskipun secara “formal” bukan seorang motivator, Eileen memiliki kemampuan menularkan semangat optimisme dan membangkitkan hasrat orang lain untuk maju melalui kata-kata.

 

 

Bagi yang belum pernah berkesempatan langsung bertatap muka dengannya, dalam setahun terakhir ini bisa menikmati kata-kata ampuh Eileen melalui tulisan-tulisan yang disajikannya di rubrik “Karir” lembar Klasika Harian Kompas. Buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan tersebut. Judul Jadi Nomor Satu diambil dari satu di antara 40 tulisan yang dihimpun dalam buku ini. Meskipun tulisan-tulisan tersebut pendek dan ringkas, namun nafas dan gemanya tidak sependek dan seringkas ukurannya.

 

 

Disajikan dengan bahasa yang lugas, menghindari jargon dan kata-kata bersayap, tulisan-tulisan tersebut padat dengan tips dan pengetahuan praktis yang tidak hanya mudah dipahami, tapi juga serba “masuk akal” untuk dipraktikkan. Eileen selalu memulainya dari sesuatu yang universal, tapi dekat dengan keseharian kita. Ketika mengajak orang untuk menjadi pemenang, misalnya, Eileen berpijak dari pandangan orang tentang ranking di sekolah.

 

 

Banyak orangtua meyakinkan putra-putrinya agar tidak cemas bila tidak menjadi juara kelas. Itu baik. Tapi, menurut Eileen, itu sama sekali bukan berarti bahwa seorang anak tidak perlu (juga) menjadi pemenang di bidang non-akademik, seperti dalam permainan, kesenian, olahraga, keterampilan bergaul atau bahkan dalam situasi-situasi kemanusiaan yang memerlukan uluran tangan.

 

 

Dengan kata lain, Eileen sebenarnya lebih menekankan perlunya sense of success ditanamkan sejak dini dalam segala hal sehingga setiap individu mempunyai keyakinan bahwa ia bisa menjadi pemenang. Dari sini, Eileen menarik ke konteks yang lebih luas, di mana “menjadi pemenang” hendaknya jangan hanya sekedar obsesi, melainkan diupayakan dengan sungguh-sungguh dan jangan hanya berorientasi “ke dalam”. Atau, kalau dalam konteks bisnis, sukses hendaknya tidak hanya dikurung dalam internal perusahaan.

 

 

Menjadi pemenang harus diorientasikan ke pelanggan, karena membuat pelanggan happy menjadikan kita berjiwa pemenang. “Berorientasilah ke mitra bisnis atau mitra profesi, karena perlombaan ada di luar,” begitulah Eileen mengingatkan. Dengan memakai kata “lomba”, Eileen memang mengibaratkan persaingan dalam arena bisnis sebagai “permainan yang mengasyikan”. Namun, ia buru-buru menambahkan, upaya untuk memenanginya bukan lelucon.

 

 

Di tengah upaya yang tidak main-main itu, menurut Eileen, orang sering perlu melakukan tindakan yang tidak populer seperti miggir dulu, melawan arus, menciptakan hal baru, memisahkan diri untuk berlatih keras, menolak ajakan teman untuk bersantai, bahkan bersikap keras dalam prinsip. Semua itu akan membawa hasil belakangan dan baru terasa kenikmatannya bila sudah memenangi suatu situasi. Berat? Tunggu, sampai pada bagian ketika Eileen mengajukan tips-nya tentang “rileks setiap saat, bekerja setiap saat”.

 

 

Simak apa katanya: biarkan diri kita terlena, dan tertidur saat tubuh menuntut untuk beristirahat, di dalam bus atau pada saat mata perih memandang komputer. Dengan demikian, kita juga memperbolehkan diri kita untuk menikmati pekerjaan dan berpikir 24 jam sehari 7 hari seminggu. Rileks, berpikir dan bekerja keras bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Begitulah, di “tangan” Eileen, ajakan untuk jadi nomor satu terasa begitu asik.

 

 

Buku ini cocok untuk dibaca siapa saja: Anda yang merasa jalur karirnya meragukan atau bahkan mentok, pemimpin yang ingin lebih memahami keinginan anak buah, bawahan yang ingin “mesra” dengan atasan, lulusan baru yang pertama kali menginjakkan kaki ke dunia kerja, atau pun seniman yang ingin menguasai kerja manajerial. Pendek kata, kumpulan tulisan ini lebih merupakan sumber inspirasi bagi siapa pun untuk mengenali kelemahan diri dan mengubahnya menjadi kekuatan untuk menjalani hidup lebih bermakna.

 

 

Dengan pengalamannya memimpin perusahaan konsultasi manajemen dan SDM Experd sejak 1988, percikan-percikan pemikiran Eileen dalam buku ini tentu tak diragukan lagi merupakan refleksi dari kepakaran seorang “partner yang memberikan solusi, menciptakan nilai tambah bagi kemajuan organisasi, mendorong perubahan dan perbaikan”. Eileen Rachman sebelumnya menulis buku Gaul: Meraih Lebih Banyak Kesempatan, bersama Petrina Omar.