Sukses Tak Bisa Dilakukan Sendirian

Dalam statistik, outlier adalah istilah untuk menggambarkan bagian dari observasi yang sangat berbeda dari keseluruhan data. Malcolm Gladwell, penulis best-seller yang telah menelurkan The Tipping Point dan Blink, menggunakan outlier untuk menggambarkan orang-orang yang sangat menonjol pada zamannya. Sebut saja Bill Gates, Bill Joy (pendiri Sun Microsystems), dan bahkan The Beatles, dapat dijadikan beberapa contoh outlier.

Tidak seperti kebanyakan buku lain tentang kesuksesan yang memfokuskan pada si individu yang sukses, buku ini memfokuskan pada lingkungannya. Apa yang telah disumbangkan oleh lingkungan dan segenap hal lain di luar diri orang tersebut (bahkan termasuk tanggal lahirnya) terhadap kesuksesannya. Kabar baiknya, bahkan orang sejenius apa pun, tidak ada yang bisa melakukannya sendiri. Orang-orang yang sukses kebanyakan lupa faktor-faktor yang telah memudahkan dan memuluskan jalan mereka.

Banyak orang hebat lain, yang tidak didukung fasilitas alam semacam itu, gagal mencapai kesuksesan seperti mereka. Salah satu dukungan alam tersebut juga berkaitan dengan sejarah. Itulah yang menjadikan buku ini semakin menarik. Mengapa, misalnya, menjadi keuntungan bagi seorang pengacara Yahudi di New York untuk dilahirkan pada tahun 1930-an? Hal ini pun membawa kita pada sejarah kedatangan imigran Yahudi ke Amerika Serikat. Cerita sejarah itu disampaikan dengan menarik dengan mengambil kisah keluarga-keluarga yang menjadi bagian di dalamnya.

Gladwell, sebagai perintis sebuah genre baru buku-buku yang menguak pola rahasia di balik fenomena dalam kehidupan sehari-hari sekali lagi menghadirkan kejutan, salah satunya apa yang dia sebut sebagai kaidah 10.000 jam. Menurut Gladwell, diperlukan latihan 10.000 jam sebelum seseorang mencapai kesuksesannya. Dia menguji teori ini dengan dua kisah sukses yang paling terkenal, yaitu kisah The Beatles dan Bill Gates.

Tidak hanya itu, Gladwell juga menggali hubungan antara warisan budaya dengan banyak fenomena yang terjadi, misalnya jatuhnya pesawat terbang. Budaya pertanian padi, misalnya, membuat anak-anak Asia selalu mencetak nilai lebih tinggi di bidang matematika ketimbang anak-anak Barat yang berlatar belakang budaya pertanian gandum.

Status ekonomi orangtua, di mana kita dilahirkan, warisan budaya tempat kita dibesarkan, dan banyak faktor lingkungan lain, turut menentukan kesuksesan kita. Nah, sekarang, pekerjaan atau bisnis apa yang paling menguntungkan dan mendatangkan kesuksesan paling besar untuk dijalankan oleh seseorang seperti Anda? Temukan jawabannya setelah membaca buku ini.