Self Leadership and The One-Minute Manager

Banyak yang berubah dalam dunia bisnis beberapa dekade terakhir ini yang mengakibatkan perubahan drastis pada karir individu. Dulu, para pekerja menukarkan loyalitas demi keamanan posisi mereka. Jika Anda hadir di kantor, bekerja keras dan tidak membuat masalah, pada umumnya posisi Anda akan aman. Apalagi ketika Anda diterima di perusahaan besar, itu sama saja berarti karir Anda sudah terjamin.

Tapi, kini bekerja di perusahaan mana pun Anda, bukan berarti karir Anda terjamin. Karyawan abadi kini tinggal kenangan. Demikian pula para manajer puncak, kini bukan lagi mengharapkan karyawan yang loyal saja. Ketika ditanya apakah yang Anda inginkan, mereka rata-rata menjawab, “Saya menginginkan orang yang mampu memecahkan masalah dan penuh inisiatif. Saya ingin orang-orang yang bekerja untuk saya bersikap seolah-olah ikut memiliki tempat ini.”

Dengan kata lain, ketika para manajer puncak diberi pilihan, mereka menghendaki orang-orang yang dapat diberdayakan. Yakni, pribadi yang dapat mereka hargai dan percayai untuk mengambil keputusan-keputusan bisnis yang baik, dengan atau tanpa atasan mereka.

Lalu, apa yang diinginkan oleh karyawan? Jawaban para karyawan juga universal. Mereka menginginkan dua hal. Pertama, kejujuran. Mereka berharap perusahaan bersikap jujur terhadap karyawan. Misalnya, bila akan terjadi pemecatan jangan ditutup-tutupi. Kedua, mereka menginginkan peluang untuk dapat terus-menerus mempelajari keterampilan-keterampilan baru.

“Dalam beberapa hal, jika saya harus mencari pekerjaan baru, entah di dalam atau di luar perusahaan yang sekarang, saya ingin memiliki keterampilan yang lebih baik dan menjadi lebih bernilai dibandingkan sebelumnya.” Caranya? Tidak ada cara yang lebih baik untuk menjadi lebih bernilai selain memiliki kemampuan berinisiatif, menjadi seorang pemecah masalah, dan bertindak serta berpikir seperti layaknya sang pemilik. Itu berarti, manajemen dan karyawan sebenarnya memiliki tujuan yang sama.

Lalu di mana masalahnya? Apa yang dihadapi perusahaan-perusahaan saat ini?

Ken Blanchard, yang pernah menulis buku fenomenal The One Minute Manager, kali ini bersama Susan Fowler dan Laurence Hawkins mencoba menguraikan dengan sederhana, bagaimana agar karyawan bisa melakukan sendiri pemberdayaan dirinya. Dengan perumpamaan yang sederhana, dalam tuturan yang berbentuk cerita, buku ini mengajarkan bagaimana menemukan kekuatan diri untuk menjadi seorang pemimpin bagi diri sendiri. Dan, layaknya sebuah buku cerita, atau novel, di dalamnya terdapat tokoh-tokoh fiktif yang menuntun pembaca memahami “teori” hendak disampaikan dengan lebih mudah.

Tokoh dalam buku ini bernama Steve, seorang account executive muda yang hampir kehilangan pekerjaannya. Dalam rangkaian perbincangannya dengan seorang pesulap berbakat bernama Cayla, Steve menyadari kekuatan dari mengambil tanggung jawab atas situasinya dan tidak sekadar menjadi korban. Sambil meneruskan pengetahuan yang ia pelajari dari Sang Manajer Satu Menit, Cayla mengajari Steve tiga keterampilan kepemimpinan diri. Ketiga teknik itu tidak hanya memberinya kekuatan untuk mempertahankan pekerjaan, tapi juga menunjukkan apa yang ia butuhkan untuk terus bertumbuh, belajar dan mencapai kesuksesan.

Selama 25 tahun, jutaan manajer di perusahaan-perusahaan Fortune 500 dan bisnis kecil di seluruh dunia mengikuti metode manajemen Ken Blanchard, yang meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja dan kemakmuran pribadi mereka.