Rahasia Para Juara

Buku ini merupakan olahan hasil wawancara dengan para selebriti, juara olimpiade, CEO sukses dan individu yang telah melakukan hal-hal luar biasa, untuk merumuskan arti kesuksesan dan cara menjadi seorang pemenang.

Kesimpulan yang didapat, seorang pemenang tidak melulu berwujud pemimpin yang pintar berkomunikasi, kharismatik, cepat mengambil keputusan dan berani mengambil risiko. Seorang ilmuwan yang introvert, pendiam, kurang bergaul dan kutubuku pun (ternyata) bisa dikategorikan sebagai seorang pemenang karena keberhasilan mereka menemukan suatu terobosan ilmiah yang mengubah hidup orang banyak.

Penulis buku ini kemudian mengemukakan sebuah pertanyaan kunci, mengapa banyak orang yang terlahir dengan berbagai kelebihan memiliki hidup yang biasa-biasa saja, sedangkan orang yang terlahir dengan berbagai kekurangan justru pada akhirnya meraup kesuksesan yang besar?

Ada pernyataan menarik dalam buku ini yang dikutip dari W. Mitchell, seorang pebisnis ulung, penulis dan motivator yang lumpuh karena mengalami kecelakaan. “Sebelum saya lumpuh, ada 10 ribu hal yang dapat saya lakukan. Sekarang ada 9 ribu. Saya dapat memilih, meratapi seribu hal yang hilang atau berfokus pada 9 ribu hal yang masih dapat saya lakukan.

Dengan kata lain, buku ini seakan hendak menggarisbawahi bahwa impianlah hal terpenting untuk menjadi seorang pemenang. Karena, kekuatan impian itu begitu dahsyat. Orang yang menjalani impian adalah mereka yang menyadari karunia spesial yang mereka miliki kemudian bertindak selaras dengan insting mereka.

Tapi, sejak dini diingatkan, hanya memiliki impian semata tidaklah cukup. Seorang calon pemenang akan menyusun strategi untuk melaksanakan impiannya. Yaitu, dengan mengenali kekuatan diri dan kemampuan terpendam kemudian mengolahnya sampai mencapai keberhasilan. Keinginan kuat akan mengalahkan ketakutan. Fokus pada tujuan dan impian membuat mereka mengabaikan ketakutan dan risiko-risiko yang akan mereka hadapi.

Edie Raether mengajak kita semua untuk percaya bahwa setiap individu dilahirkan dengan benih kesuksesan, dan bertanggung jawab untuk memelihara dan menumbuhkannya. Dan, untuk meraih kesuksesan secara nyata, setiap individu harus mengatasi kegagalan yang dialami dan menjadikannya sebagai pelajaran hidup.

Selain itu, waktu yang diperlukan untuk bangkit kembali dan sikap kita dalam menghadapi kegagalan juga menjadi faktor penting untuk meraih kesuksesan. Jika kita bersikap pecundang, merasa kalah, kecewa dan takut, kita akan kehilangan waktu dan energi berharga yang sebenarnya dapat diarahkan ke depan. Jika seseorang meyakini tidak dapat melakukan sesuatu, seberapa pun kerasnya ia berusaha, ia sudah kalah duluan.

Kalau boleh menyebut satu kekurangan buku ini, mungkin terjemahannya yang masih terasa kaku. Namun, secara isi, buku ini tetap menarik dan inspiratif untuk dibaca.