Public Speaking Penting bagi Orang HR

Banyak praktisi dan pemimpin di bidang HR yang terlalu sibuk mempertajam hardskill, namun mengabaikan  jika tidak melupakan softskill. Padahal, orang HR dituntut untuk selalu berhadapan dengan manusia, dan bukan dengan data atau lembaran kertas melulu.

Mengapa saat ini posisi tertinggi HR di bank-bank di Indonesia ditempati oleh ekspatriat? Apakah karena eksekutif HR lokal tidak memiliki kemampuan hardskill yang memadai? Tentu saja bukan itu. Kalau mau diuji, kalangan eksekutif HR lokal pasti tidak akan kalah dengan para ekspat. Tapi, ketika berbicara tentang softskill, eksekutif HR kita œkalah bersaing dengan tenaga asing. Salah satu softskill yang sangat penting yang wajib dimiliki oleh setiap eksekutif HR adalah public speaking, atau keterampilan berbicara di depan publik. Sebab, CEO Partner, orang HR harus mampu memaparkan ide-ide brilian, program dan pertanggungjawaban kepada para pemangku kepentingan. Program sebagus apa pun akan percuma jika tidak dikomunikasikan dengan baik.

Setiap individu sebenarnya memiliki potensi kualitas public speaker yang baik. Menurut buku ini, keberhasilan seorang pembicara terletak pada kemampuannya untuk mengomunikasikan sudut pandangnya dengan lawan bicara. Tidak semua orang dianugerahi kemampuan untuk berbicara di depan umum yang memikat, tapi hal itu bisa dipelajari. Kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pembicara adalah hal yang sederhana, tapi harus terus dibangun, yaitu dengan memperhatikan unsur-unsur berikut:
1. Confidence, kemampuan membangun rasa percaya diri untuk melakukan presentasi secara prima
2. Construction, kemampuan menyusun materi pembicaraan
3. Credibility, kemampuan bersikap dan berperilaku secara profesional saat melakukan presentasi
4. Capture, kenampuan membuka sesi yang menarik perhatian hadirin
5. Connection, kemampuan membangun dan membina hubungan baik (rapport) dengan hadirin
6. Coherence, kemampuan menyusun struktur dan alur presentasi secara efisien dan efektif
7. Cogency, kemampuan mengisi alur presentasi dengan materi yang meyakinkan
8. Content, kemampuan membuat materi presentasi yang efektif dan impresif
9. Channel, kemampuan menggunakan media komunikasi secara optimal
10. Character, kemampuan menampilkan karakter melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang menunjang presentasi
11. Conversation, kemampuan menyusun percakapan yang menarik
12. Creativity, kemampuan membangun atmosfer sesi yang kreatif yang mendukung presentasi
13. Conclusion, kemampuan menutup presentasi secara efisien, efektif, dan impresif

Selain itu, ada tips-tips untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan ketika menjadi public speaker, seperti menghadapi hadirin yang dingin, atau sibuk sendiri, atau menyudutkan, atau sok pintar, atau sok penting. Juga ketika dihadapkan dengan pertanyaan sulit, ketika terjadi kesalahan bicara, adanya gangguan peralatan, jumlah hadirin yang super sedikit, kehabisan atau kelebihan waktu saat presentasi, atau perubahan waktu yang mendadak.

Tidak sekedar teori, buku ini dilengkapi dengan aktivitas latihan yang berguna untuk membantu pembaca melatih public speaking. Sebagai contoh atau inspirasi bagi pembaca, terdapat juga DVD yang menayangkan beberapa tokoh dengan kemampuan komunikasi yang baik diantaranya Rhenald Kasali, Rosianna Silalahi, Titi D.J., Nirina Zubir, Wimar Witoelar.