Membongkar Tembok Penyekat Dunia Bisnis dan Spiritualitas


lonely up there. Banyak pebisnis yang sukses mencapai tingkatan tertinggi dalam persepsi orang bisnis, ternyata tidak bahagia. Bahkan mereka justru merasakan kesepian, kehampaan, dan kesedihan. Rupanya selama ini hidup mereka dihabiskan untuk mengejar hal yang keliru. Pasalnya, mereka berfokus hanya pada dunia bisnis dan mengabaikan sisi spiritualitas.

 

Di sisi lain, ada banyak rohaniwan yang melulu berpikir dari sisi spiritual dan tidak mengaitkannya dengan realitas kehidupan sehari-hari, khususnya dunia bisnis. Akibatnya, berita yang dibawa dianggap sebagai cerita dongeng yang tidak membawa solusi nyata bagi masalah yang dihadapi para pebisnis dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Bisnis dan spiritualitas seolah merupakan dua pulau yang terpisah, atau bagai air dan minyak yang tidak bisa disatukan. Buku ini dan penulisnya (Paulus Bambang) membongkar tembok penyekat antara dunia bisnis dan spiritualitas. Tembok diganti dengan jembatan. Anggapan bahwa bisnis dan spiritualitas tidak bisa dipadukan ternyata tidak benar, hanya sebuah mitos. Konsep yang dipaparkan dalam buku ini sangat solid dari sisi teori bisnis. Tampak sekali bahwa penulisnya haus ilmu dan banyak belajar (baik dari buku, seminar, mentor, dan lain-lain) tentang dunia bisnis dan spiritualitas.

 

 

Konsep Built to Last, Good to Great, Blue Ocean Strategy, Good Corporate Governance, Kecerdasan Komprehensif (IQ, EQ, SQ), lengkap dengan keterkaitan terhadap konsep yang ada di dalam Kitab Suci, dibahas dengan gaya yang menarik dan membawa kepada sinstesis pemahaman yang mencerahkan. Perikop dalam Kitab Suci dikaji secara tajam dalam konteks bisnis dan kehidupan sehari-hari secara pas dan relevan dengan masalah riil yang dihadapi para pebisnis. Konsep yang menarik seperti GCG God (bukan sekadar Good) Corporate Governance, bekerja bagi Soul-holder (bukan Stake-holders/share-holders), Servant (bukan bos) Leadership, dll akan memperkaya wawasan pembaca dari sisi filosofi bisnis berbasis spiritual.

 

 

Selain itu, buku ini juga kaya akan pengalaman nyata di bumi Indonesia tentang aplikasi konsep yang dipaparkan. Penulis juga memberikan panduan praktis untuk mengimplementasikan konsep yang dibahas dalam buku ini. Semua itu dimungkinkan karena penulis memang telah berpengalaman puluhan tahun dan sangat mumpuni sebagai profesional bisnis. Bersamaan dengan itu, penulis juga adalah seorang pelayan rohani yang sangat passionate.
Berdasarkan dua lataran yang saya gunakan untuk menilai buku ini: isi buku dan penulis buku, saya yakin bahwa wisdom dari buku ini akan membawa nilai tambah yang signifikan bagi pembacanya, baik para pebisnis maupun rohaniwan.

 

 

Experience is a dear teacher,” demikian diungkapkan oleh Shakespeare. Banyak orang menyalahartikan kata dear sebagai baik (seperti kata dear dalam pembuka surat). Sebenarnya kata dear di sini adalah padanan dari kata duur Bahasa Belanda yang artinya mahal. Jadi, terjemahan yang tepat adalah: Pengalaman adalah guru yang mahal. Akan lebih baik kalau kita belajar dari pengalaman orang lain tanpa harus mengulangi kesalahan yang dilakukan orang tersebut. Orang pintar belajar dari pengalaman sendiri, namun orang bijak belajar dari pengalaman orang lain.

 

 

 

Anda punya kesempatan untuk memperoleh banyak berkat intelektual maupun spiritual, dan menjadi bijak dengan belajar dari banyak pengalaman orang lain yang telah disarikan secara sistematis dalam buku ini. Setelah Anda menikmati berkat dan menjadi bijak, jangan lupa menjadi berkat dengan berbagi kepada orang lain di sekitar Anda. If you care, you share! Cara termudahnya adalah belilah beberapa buku dan bagikan kepada staf, kolega, bos, pelanggan, pemasok, teman, dan keluarga Anda sebagai gift of love.