Mari Berlatih Mengambil Keputusan dalam Sekejap Mata

Blink adalah buku mengenai dua detik pertama yang sangat menentukan ketika kita mengamati sesuatu. Dua detik itu akan memberi pemahaman dalam sekejap mata, yang terbentuk berkat pilihan-pilihan yang muncul dari dalam “komputer internal” kita, alias kemampuan bawah sadar kita. Kemampuan inilah yang oleh Malcolm Gladwell disebut “kemampuan berpikir tanpa berpikir”, di mana keputusan sekejap bisa didapat dari informasi yang sedikit namun akurat.

Ketika Anda bertemu seseorang untuk pertama kalinya, atau masuk ke rumah yang Anda pertimbangkan untuk dibeli, atau membaca beberapa kalimat utama sebuah buku, otak Anda hanya perlu sekitar dua detik untuk mengambil sejumlah keputusan. Nah, Blink adalah buku mengenai dua detik itu.

Anda mungkin mengira buku ini berbicara mengenai intuisi. Tapi, seperti ditulis Gladwell dalam situs pribadinya, dia tidak menyukai kata-kata itu. Malah, kata itu tidak pernah muncul sekali pun dalam buku. Intuisi lebih mengarah pada konsep yang kita gunakan dalam melukiskan reaksi emosional, semacam firasat pikiran-pikiran dan kesan yang tidak sepenuhnya rasional.
Dalam Blink, yang dibicarakan adalah yang terjadi dalam dua detik pertama yang sepenuhnya rasional. Yang terjadi adalah proses berpikir. Hanya saja, proses itu berlangsung lebih cepat dan bekerja sedikit lebih misterius dibandingkan dengan proses berpikir dan mengambil keputusan yang sadar dan sengaja, seperti yang biasa kita asosiasikan dengan kata “berpikir”.

Dengan bahasa yang enak dibaca dan contoh-contoh dari kehidupan nyata yang sangat menarik, Gladwell menjelaskan apa yang dimaksudnya dengan Blink. Dia mencontohkan cara yang digunakan orang-orang hebat dalam mengambil keputusan, yang seringkali tidak perlu banyak waktu untuk memproses banyak informasi. Misalnya, apabila George Soros ditanya bagaimana cara dia menentukan kapan akan membeli atau menjual saham tertentu, dia tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi dalam otaknya dalam proses pengambilan keputusan itu. Dia malah memberi penjelasan yang konyol, seperti karena punggungnya terasa nyeri.

Contoh lain misalnya, seorang pakar pernikahan akan tahu dengan mengamati sepasang suami-istri beberapa detik saja, apakah suami-istri tersebut akan bercerai. Seorang pelatih tenis yang berpengalaman akan tahu apakah seorang petenis akan melakukan double fault hanya dengan melihat gaya melakukan servis. Blink memberikan contoh-contoh nyata, betapa keputusan yang diambil dalam sekejap bisa sama baiknya dengan keputusan yang diambil berdasarkan pemrosesan informasi yang banyak dalam waktu lama.

Melalui buku ini, Gladwell mencoba memahami secara rasional apa yang terjadi dalam dua detik itu, dan menemukan rahasia pengambilan keputusan dalam sekejap. Orang-orang yang dicontohkan dalam Blink, sudah terlatih melakukan apa yang disebutnya snap judgment dan thin slicing menyaring sesedikit mungkin faktor-faktor terpenting dari sejumlah kemungkinan yang menggunung.

Mudah-mudahan setelah membaca Blink, semua tugas Blink seperti yang ditulis dalam bab pertama terjawab. Tugas Blink yang pertama adalah meyakinkan bahwa keputusan yang dibuat dalam sekejap mata bisa sama baik dengan keputusan yang hati-hati dan direnungkan lama sekali.

Karena komputer internal kita tidak selalu cemerlang, dia bisa juga keliru. Tugas Blink yang kedua, menjawab kapan kita harus mempercayai naluri kita, dan kapan kita harus waspada karenanya. Tugas ketiga dan paling penting, meyakinkan Anda bahwa keputusan sekejap dan penangkapan kesan pertama dapat dilatih serta dikendalikan. Mari kita coba.