Manfaat Aikido Bagi Pembinaan Spiritual Leadership

 

Pemimpin di dalam masyarakat ibarat inti di dalam sebuah sel, dimana kualitas inti mempengaruhi kualitas seluruh sel. Metaphora itu melukiskan betapa besar peran pemimpin dalam keluarga, perusahaan maupun negara. Betapa leadership menentukan kesejahteraan, kebahagiaan, bahkan survival suatu bangsa.

 

 

Dalam perjalanan waktu, tanpa terasa kita telah sampai pada sebuah masa peralihan dari zaman industri ke zaman informasi/knowledge workers yang menimbulkan tuntutan untuk mengubah gaya leadership dengan paradigma baru, yang oleh Stephen R. Covey disebut The Whole Person Paradigm. Paradigma ini mendorong para pemimpin untuk mengerahkan empat kemampuan alamiah mereka yaitu kemampuan mental, fisik/ekonomis, emosional/sosial, dan kemampuan spiritual. Di antara empat kemampuan itu, yang menjadi sentral dan paling mendasar adalah kemampuan spiritual, karena kemampuan spiritual menjadi penunjuk jalan bagi tiga kemampauan yang lain.

 

 

Empat kemampuan memimpin tersebut dapat dikembangkan dengan pelatihan aikido. Karena di dalam dojo aikidoka memulai latihannya dengan bermeditasi untuk meningkatkan ketenangan, kesadaran, dan kebijaksanaan.Setiap akan melakukan waza aikidoka menghormati partner latihannya tanpa memandang tingkatan maupun usianya. Aikidoka juga berlatih menghadapi stress yang ditimbulkan oleh cengkeraman, kuncian maupun bantingan, dengan perasaan ikhlas. Dalam menerima kuncian dan bantingan itu aikidoka juga mengembangkan sikap pemberani. Semuanya itu hanya dapat dihasilkan bila aikidoka memahami bahwa inti aikido adalah kasih sayang, dan menerapkan kasih sayang itu dalam latihan maupun dalam kehidupan sehari-hari..

 

 

Dari uraian buku setebal 127 halaman itu kita dapat menarik kesimpulan bahwa aikido bermanfaat untuk membina tiga buah landasan spiritual leadership, yaitu awareness, kasih sayang, dan keberanian.

 

 

Dengan menyajikan penjelasan tentang aspek spiritual dalam teknik-teknik aikido, lalu menghubungkannya dengan tuntutan leadership abad XXI yang berbeda dari abad sebelumnya, buku ini menyajikan sebuah jalan bagi pembinaan leadership. Sebuah jalan spiritual yang saat ini sedang dicari-cari oleh masyarakat dunia.

 

 

Untuk itu penulis menerjemahkan gerakan-gerakan aikido ke dalam bahasa leadership, sebuah penerjemahan yang dilakukan oleh seorang praktisi dan pemikir aikido serta pembelajar dan pelaku leadership. Hasilnya adalah sebuah buku yang bermanfaat bukan hanya bagi penggemar seni bela diri, melainkan berguna bagi pembelajar dan pelaku leadership.