Cari Celahnya, dan Gerakkan Mereka

 

Reading People? Anda mungkin menduga saya salah merensi buku ini di sini. Kalau Anda adalah para profesional HR misalnya, barangkali akan berpikir, apa pentingnya coba, buku yang mengajari cara efektif menggerakkan orang memangnya kami pebisnis MLM? Jangan salah. Buku ini sebenarnya memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada yang bisa dinyatakan oleh judulnya. Jangan keburu asosiasikan reading people sebagai kegiatan yang ujung-ujungnya digunakan untuk tujuan-tujuan memperdaya, memanipulasi atau menipu baik orang maupun organisasi lain. Tapi, efek dari buku ini memang bisa tak terduga. Oleh karenanya sejak awal penulisnya, George Herman memperingatkan: sebilah pisau yang tajam dapat digunakan untuk maksud positif dan konstruktif, dan dapat juga digunakan untuk maksud jahat. Berbagai paparan, langkah, tips dan trik kalau bisa disebut begitu yang tertuang dalam buku ini bisa menjadi sebilah pisau bagi pembacanya, jadi berhati-hatilah.

 

 

Keterampilan untuk membaca orang lain sebenarnya dibutuhkan oleh siapa saja, dalam berbagai situasi. Lebih-lebih, bagi para pemimpin, baik di lingkungan perusahaan maupun lembaga pemerintah dan lain-lain, kemampuan untuk membaca orang lain (baca: anak buah) boleh dibilang mutlak. Mungkin Anda pernah menghadapi atau sekedar mendengar dari teman yang mengeluh tentang karyawan yang “benar-benar seperti paku. kalau tidak diketok kepalanya, tidak jalan. Begitu berhenti diketok, mereka juga berhenti bergerak. Atau, perusahaan Anda terpaksa melakukan pengurangan jam kerja, yang akibatnya juga mengurangi penghasilan karyawan dan Anda harus mengumumkan kepada mereka? Baru membayangkan kemungkinan reaksi yang akan Anda terima saja, mungkin Anda sudah bergidik.

 

 

Buku ini bermaksud mempersenjatai Anda cara-cara membaca orang lain untuk berbagai kepentingan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan atau pun bidang-bidang kehidupan yang mengandalkan interaksi dan komunikasi: dari memotivasi orang, memberi dukungan positif, memberi penyuluhan, mengoreksi, mendelegasikan sampai mengembangkan bakat. Namun, sebelum sampai ke tahap implementasi itu, George Herman mengajak pembaca untuk memahami benar “teori”nya. Dia menggunakan ilmu perilaku (salah satu cabang dari Psikologi) sebagai titik tolak untuk memperkenalkan prinsip-prinsip metode membaca orang. Herman menggarisbawahi, membaca orang tidak sama dengan mengadili. Sebaliknya, salah satu prinsip yang harus dipegang dalam membaca orang adalah menghapus sikap mengadili. Di samping itu, membaca orang juga mengandung prinsip memanfaatkan kekuatan orang lain, memperkaya orang lain dengan memberikan tambahan pada bakat alami mereka, serta menekankan perbedaan –dan bukan cacat pribadi.

 

 

Dari prinsip-prinsip itu, bisa diambil kesimpulan yang positif bahwa membaca orang pada dasarnya membaca preferensi atau pilihan yang disukai orang tersebut. Sehingga memiliki kemampuan ini, berarti Anda dapat menggerakkan orang lain melalui celah terbuka, tempat Anda menelusuri kecenderungan pilihan alam bawah sadarnya, sehingga ia cenderung terdorong untuk setuju dengan keinginan dan maksud Anda. Diyakini bahwa setiap orang memiliki kecenderungan preferensi tertentu, yang kalau terpenuhi dapat menarik mereka ke arah itu secara naluriah. Buku ini menawarkan metode membaca (preferensi) orang dengan dasar tipe kepribadian menurut filsuf Immanuel Kant (1724-1804), yakni Kolerik (K), Sanguinis (S), Phlegmatic (P) dan Melankolik (M). Herman kemudian dengan cukup detail menguraikan teknik-teknik memadukan tipe kepribadian itu dengan faktor-faktor lain untuk menghasilkan cara membaca orang dengan “benar”.

 

 

Dengan pengalamannya lapangannya sebagai konsultan bisnis yang banyak memberikan pelatihan-pelatihan, Herman berhasil menyajikan metode yang sebenarnya cukup rumit dalam bahasa yang gamblang dan mudah dipahami. Anda tingal mengikuti petunjuk yang ada, memahaminya dan kemudian mempraktikannya. Dengan pemaparannya ini, Herman sebenarnya telah menawarkan solusi bagi masalah klasik selama ini, yakni bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Tentu, di luar itu, hikmah dari prinsip umum membaca orang yang menekankan faktor manusia bisa diambil juga untuk mereka yang “sekedar” ingin sukses dalam pergaulan. Pendek kata, buku ini berguna bagi siapa saja, karena siapa pun Anda, apapun jabatan Anda, di mana pun akan selalu berjumpa dan berinteraksi dengan berbagai tipe (perilaku) manusia, yang menuntut cara yang berbeda-beda pula untuk menghadapinya, kalau tak ingin ditolak. Tak seorang pun ingin. Buktinya, sejak diterbitkan pada Desember 2006 lalu, buku ini sudah mengalami cetak ulang.