Yenita Oktora: Betapa Menariknya Bekerja di Bidang HR

Jatuh hati pada pandangan pertama. Begitu kira-kira penggambaran Yenita Oktora yang begitu ‘cinta’ akan profesi HR (human resource). Saat ini, ia menduduki posisi Recruitment & Integration Manager at L’Oreal Indonesia. Kisah perjalanan karirnya pun menarik untuk disimak. Seperti apa?

Lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) pada 2003, tak perlu lama bagi Yenita Oktora, untuk segera mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja. Sesuai dengan background pendidikannya, ia memilih karir di HR. Untuk itu ia punya alasan.

“Salah satu yang pastinya relevan adalah dunia HR, adalah dunia yang mengurus perihal manusia, yang lebih sulit ditebak dan lebih kompleks dibandingkan bidang lain. Dengan ilmu psikologi yang saya pelajari di kuliah, saya lebih sensitive dan open minded ketika berhubungan dengan manusia, baik itu bertemu pada saat interview, membuat kebijakan, dan memutuskan sesuatu hal yang berkaitan dengan pekerjaan saya,” katanya kepada PortalHR.

Yenita pun bercerita bagaimana ihwalnya berkarir di bidang HR. Ketika masa kuliah di Psikologi UI,  Yenita rupanya membantu seorang konsultan secara freelance melakukan job description exercise. Ia belajar bagaimana suatu organisasi itu harus memiliki struktur organisasi yang cocok dengan tujuan bisnisnya. Dari job description exercise ini, lantas diturunkan melalui kejelasan tanggung jawab dari setiap peran yang tersedia di organisasi tersebut.

“Pengalaman itu sangat berharga untuk saya. Itu pula untuk pertama kalinya saya melakukan wawancara kepada karyawan-karyawan dan menganalisa apa pekerjaan mereka sehari-hari dan apakah sudah sesuai dengan arah perusahaan,” tuturnya. Pengalaman ini rupanya menimbulkan kesan mendalam buat Yenita.

Ia pun menyambung, “Hal ini menguatkan niat saya untuk terjun di bidang HR. Karir saya setelah kuliah dimulai di sebuah perusahaan multinasional agricultural, dengan jumlah karyawan sekitar 16 ribu ketika itu. Di perusahaan pertama itu saya bertemu banyak kolega HR yang senior yang makin membuka mata saya, betapa menariknya bekerja di bidang HR,” akunya.

Ditanya apa motivasi terbesar Yenita berkarir di jalur HR, ia terus terang menyukai pekerjaan yang digelutinya saat ini karena melihat pekerjaan ini nilai dasarnya adalah untuk membantu manusia, khususnya masyarakat Indonesia. Baik untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan mereka, memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi, atau memastikan keadilan kompensasi terhadap hasil kerja.

“Terlebih di pekerjaan saat ini, saya banyak berhubungan dengan mahasiswa yang akan segera masuk ke dunia kerja. Sebagian misi dari perusahaan saya adalah menjembatani gap antara teori dengan kehidupan kerja melalui business games dan acara-acara yang kami desain untuk mahasiswa. Saya merasa sangat bangga terlibat walaupun dalam porsi kecil untuk membantu generasi muda Indonesia untuk lebih siap masuk ke dunia kerja. Yang membuat saya cukup bangga tim mahasiswa yang kami asuh tahun lalu memenangkan peringkat ke-3 di kompetisi L’Oreal Brandstorm di tingkat internasional,” katanya bersemangat.

Di tempat bekerja sekarang, Yenita pun begitu merasa mendapat dukungan penuh dalam mengek

splorasi pemikiran maupun gagasan yang bisa diterapkan. Ia menyebut, L’Oreal adalah perusahaan yang mengedepankan inovasi, pemikiran kreatif dan terbuka pada ide-ide baru. Beberapa inisiatif, baik yang sifatnya global ataupun lokal sudah berhasil diimplementasi dan memberikan nilai lebih bagi pekerjaan sebagai seorang HR.

“Salah satu terobosan besar yang kami berhasil lakukan, tentunya bersama-sama dengan tim HR lainnya adalah menerapkan paperless process untuk hal-hal yang berkaitan dengan HR, mulai dari permintaan karyawan, perubahan data, dan lain sebagainya. Di sisi rekrutmen sendiri, kami bereksperimen dengan banyak jenis tools dan proses untuk terus-menerus meningkatkan kualitasnya,” tambah Yenita.

Rekrutmen di L’Oreal, sambung Yenita, bukan saja mengenai merekrut tetapi employer branding sebagai great place to work. “Pendekatan-pendekatan yang kami lakukan cukup inovatif, khususnya di sisi digital rekrutmen, dengan adanya portal karir online, integrasi dengan social media seperti Facebook dan Twitter khusus untuk Recruitment di L’Oreal Indonesia yang sudah cukup efektif dalam menjaring kandidat dan meningkatkan nilai employer branding kami,” tuturnya.

Mengenai tantangan HR saat ini, ia punya pendapat, Indonesia adalah market yang sangat sexy untuk perusahaan multinational. Kestabilan ekonomi, politik, dan peluang berkembang sangat luas. Ketika saat ini beberapa negara di Eropa mengalami krisis, Asia maju pesat, termasuk Indonesia salah satunya.

“Saya yakin banyak sekali perusahaan yang melebarkan sayap, memperluas market dan makin meningkatkan eksistensi di tanah air. Peran HR harus lebih maju dari sekedar administratif. Istilah business partner yang santer dikemukakan beberapa tahun ini memang selayaknya dilakukan secara penuh. Metaforanya adalah bergandengan tangan dengan pemimpin-pemimpin dari divisi lain untuk memastikan rencana bisnis perusahaan bisa di-support sepenuhnya dari sisi manusianya. Bukan sekedar untuk saat itu, tetapi antisipasi hingga beberapa tahun ke depan,” katanya lagi.

Menurut Yenita, saat ini dengan banyaknya demand dari perusahaan untuk memiliki talent-talent profesional yang kompeten, terjadilah war of talent. Ia pun meneruskan, tantangannya sangat berat di periode growth ini, karena untuk memiliki talenta yang baik, bukan saja remunerasi yang menjadi faktor penting. “Keseluruhan HR policy dan practice di perusahaan menjadi penting untuk diperhatikan, khususnya jika yang dicari adalah karyawan generasi Y yang sudah sangat technology minded, penuh inisiatif dan lebih memiliki sikap kritis dalam mempertanyakan segala sesuatu,” imbuhnya.

Dalam perjalanan karirnya di dunia HR, Yenita mengaku memiliki kesan tersendiri ketika ia memegang peranan sebagai rekruter. “Saya bersemangat ketika bertemu orang-orang yang sangat bisa memberikan inspirasi. Kandidat-kandidat yang saya interview, atau karyawan-karyawan yang saya temui, semua memberikan hal baru setiap hari yang membuat saya semakin menghargai hidup dan keanekaragaman individu,” ujarnya.

Bagi Yenita, pengalaman-pengalaman yang diceritakan oleh kandidat di sesi interview, tujuan hidup yang ingin mereka raih atau kisah bagaimana mereka mengatasi problem pekerjaan adalah hal-hal yang selalu memberikan warna baru bagi hari-harinya. “Beberapa orang yang saya temui mungkin tidak sadar bahwa saya belajar banyak dari mereka dan mereka memberikan pengaruh terhadap perspektif hidup saya,” tukasnya. (*/@erkoes)

zp8497586rq
Tags: , , ,