Praktik Renumerasi Perusahaan 4

Menurut Marwan O.Baasir, General Manager Human Capital Management PT.Excelcomindo Pratama, hasil survey itu untuk mengetahui prosentase kenaikan gaji karyawan Excelcomindo dengan karyawan kompetiter masih relevan atau tidak. Dari hasil survey Watson Wyatt, diketahui overall market sebesar 12,24%, sedangkan hasil survey Mercer Consulting 11,96%. Overall salary increase Excelcomindo tahun 2004 adalah 12,76%, Consumer Plan Index inflasi Watson lebih rendah dari Mercer 5,5%, dan GDP sebesar 4,87%. "Tahun lalu malah GDP sekitar 16-17%."

Jika pasar menentukan sekitar 11,96% kenaikannya, maka Excelcomindo akan menetapkan sebesar 12,98% untuk level staf. Diakuinya, kenaikan ini masih relevan. Sedangkan untuk top level, kisarannya antara 10-13%. "Kenaikan untuk setiap level berbeda-beda karena gaji mereka pun tidak sama," akunya saat ditemui HC di ruang kerjanya.

Kenaikan gaji setiap tahun dibutuhkan karyawan mengingat inflasi di Indonesia sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan karyawan. "Kami perlu mengantisipasi inflasi sehingga tidak merasa dirugikan. Inflasi kemarin diukur sekitar 6,2%. Tahu-tahu BBM naik. Otomatis inflasi pun ikut naik. Siapa pun tidak akan bisa menduganya," tutur pria berdarah Arab ini antusias.

Setelah tahu kenaikan gaji di pasar sekian persen, maka Marwan menempatkan di matriks untuk mengetahui posisi Excelcomindo ada di mana. Apakah di P75 pasar, P50 atau P25. Excelcomindo akan menempatkan mediannya, kemudian menaikkan sedikit tinggi dari hasil survey untuk mengantisipasi inflasi. "Pasar itu dipengaruhi oleh inflasi, faktor ekonomi, daya beli, dan sebagainya. Inilah yang menyebabkan kami menaikkan posisi kami di mana. Kami tempatkan di PO60-P75, berarti masih ada dua perusahaan di atas Excelcomindo."

Excelcomindo membagi dua golongan atau kelompok karyawan, assess dan non-assess. Untuk karyawan yang masuk dalam kelompok non-assess seperti teknisi, admin hingga staf, kinerjanya akan diukur setiap tahun. Semua hasil kegiatan karyawan dipantau, apakah berkontribusi kepada perusahaan atau tidak. Setiap karyawan membuat performance plan, dan pada akhir tahun akan ada performance review, penilaian semua hasil kegiatannya. "Kinerjanya tercapai atau tidak," jelas Marwan. Rencana kerja yang dipersiapkan setiap tahun sekali dan tetap dipantau dua kali untuk setiap tahunnya.

Tetapi untuk karyawan yang gajinya di luar struktur atau berada di kelompok non-assess, bukan berarti tidak ada penghargaan perusahaan dalam bentuk lumpsum atau one-time cash. "Itu juga mesti kami lihat jika nilainya bagus, kendati gajinya sudah sangat tinggi. Inflasi kan juga berpengaruh buat orang tersebut. Tidak fair jika tidak mendapatkan apa-apa," ia berujar panjang lebar. Misalnya, karyawan tersebut akan dapat cash di awal tahun dari hasil perkalian antara gaji pokok dengan kenaikan 2% dan dikali 12 bulan. "Karyawan itu gajinya tetap, tidak ada kenaikan gaji. Tunjangan hari rayanya juga tetap. Dia hanya diberi sekali dan di muka."

Meski Excelcomindo menentukan setiap tahun akan ada kenaikan gaji bagi karyawan, tapi tidak setiap karyawan bisa mendapatkannya. Jika karyawan kinerjanya tidak baik, dia tidak akan menerima bonus. Ini berlaku untuk semua level, termasuk untuk non-assess atau top level.

Perusahaan yang berada di kawasan Mega Kuningan ini juga tidak melihat renumerasi karyawan dan kenaikan gaji berdasarkan senioritas. Ada manajer yang harusnya sudah naik posisi karena secara skill bagus walau secara pengalaman masih kurang. Bahkan, di perusahaan, ternyata orang ini cukup kompeten dibanding orang yang sudah pengalaman.

"Misalnya si X nilainya 3,6, mendekati nilai 4. Itu sudah sangat tinggi. Value orang ini harus kami perhatikan. Jadi, bisa saja di X lebih cepat naik posisi ketimbang mereka yang sudah pengalaman puluhan tahun. Biasanya karyawan diukur berdasarkan 3P, yaitu position, people atau potential dan performance. Perusahaan juga hanya memberikan penghargaan jika karyawan nilai antara 3-4. Dulu, nilai kami masih beri kenaikan. Sekarang tidak lagi."

Saat ini, kisaran gaji karyawan Excelcomindo mulai dari teknisi, admin dan level staf, antara Rp 800 ribu sampai Rp 6 juta per bulan. Sedangkan untuk level supervisor hingga GM, kisarannya antara Rp 3,2 juta-Rp 30 juta per bulan. "Kami sedang mengukur dan merevisi terhadap pasar karena posisi tertentu gajinya sudah terlalu tinggi. Ini berguna untuk mengukur kinerja dan bernegosiasi saat orang itu mulai bekerja."

Benefit yang diberikan Excelcomindo adalah kesehatan dan pension plan. Limitnya berbeda-beda di setiap level. Jika dulu digunakan pola reimbursement untuk rawat jalan dan rawat inap, maka insya Allah beberapa bulan lagi pola ini sudah tidak digunakan lagi. Bekerja sama dengan provider perusahaan asuransi, polanya kini sudah berubah. Kini, karyawan jika ingin rawat jalan atau rawat inap, hanya tinggal menggunakan kartu, mengisi formulir jika mereka tidak berobat di rumah sakit provider. "Pokoknya karyawan tidak perlu keluarkan uang selama dalam jaringan provider tersebut."

Bahkan, jika penyakit yang diderita karyawan dan keluarga dapat menyebabkan kematian, seperti penyakit jantung, paru-paru, kanker, lumpuh, maka perusahaan akan memberikan kemudahan dengan tidak memberikan limit sesuai dengan penjelasan medis dari rumah sakit di mana pasien dirawat.

Perubahan yang dilakukan adalah dibedakannya limit tunjangan kesehatan antara karyawan yang masih sendiri dengan karyawan yang sudah berkeluarga. Umumnya, untuk tunjangan kesehatan, adalah satu kali gaji pokok. "September 2004 kemarin perusahaan melakukan perubahan kebijakan. Yang single tetap, namun yang berkeluarga atau memiliki tanggungan dinaikkan mengingat jumlah orang dalam satu keluarga karyawan berbeda-beda. Ini berlaku untuk rawat inap," tutur pria yang baru masuk ke divisi HDC Excelcomindo enam bulan lalu, setelah sebelumnya di divisi commercial. Sedangkan untuk rawat jalan tidak mengalami perubahan.

Di samping Jamsostek, Excelcomindo juga memberikan dana pensiun kepada karyawan. Menurut aryawan. Menurut Marwan, kontribusi antara perusahaan dan karyawan adalah 70:30 dari gaji bersih. "Kami ingin memberikan benefit lebih kepada karyawan. Makanya karyawan juga kami berikan aliowance ponsel per dua tahun sekali, sesuai dengan budaya kami yaitu komunikasi atau team work," katanya. Setiap karyawan sesuai dengan posisi mereka, akan mendapatkan allowance antara Rpljuta – Rp4juta. Bahkan karyawan juga mendapat pulsa gratis setiap bulan yang kisarannya mulai dari Rp150-Rp650 ribu per bulan.

Bahkan untuk level staf sampai supervisor, perusahaan menyediakan car allowance atau tunjangan transport. Besarnya berbeda-beda, antara Rp500 ribu-Rp7 juta per bulan. "Terserah karyawan mau mobil mereka apa, perusahaan tidak mau ambil pusing, biar karyawan saja yang pusing," gelak Marwan setengah bercanda. Ini baru benefit langsung yang diberikan perusahaan.

Benefit tidak langsung yang diberikan perusahaan adalah training. Setiap karyawan diwajibkan mengikuti training selama 10 hari setiap tahunnya. "Kalau keahlian karyawan naik, maka perusahaan ini akan lebih efisien karena empowerment jalan," imbuh penggemar masakan soto dan ikan bakar. Ditambahkan, jenjang karir juga akan dilihat oleh karyawan. "Ini yang utama buat karyawan dimana pun ia bekerja karena mereka nanti akan sekian lama bekerja akan mendapatkan posisi yang tinggi. Jadi mereka bisa bekerja dengan baik."

Dengan adanya perbaikan sana-sini dalam sistem remunerasi yang diberikan perusahaan setiap tahun, tak heran jika tingkat kepuasan karyawan Excelcomindo berdasarkan hasil survei Mercer dan Watson Wyatt ada di 70-80%. "Sekali lagi saya tekankan bahwa untuk kepuasan karyawan, tidak hanya berdasarkan gaji pokok semata, tapi juga ada hal-hal lain seperti benefit atau tunjangan, jenjang karir, training, hubungan atasan dengan bawahan, dan masih banyak lagi," tegas Marwan.