Praktik Renumerasi Perusahaan 2

Total renumerasi yang diberikan kepada pegawai CPI harus kompetitif dengan kompetiter CPI. "Kami membandingkannya dengan perusahaan sejenis dan besar, tidak dengan skala kecil. Dengan begitu, pegawai CPI akan merasa, oke, saya bekerja di perusahaan besar, saya bandingkan dengan teman saya yang kerja di perusahaan besar. Berapa gajinya, berapa total renumerasinya, barulah mereka berpikir, oh..lumayan," kata Iwan menjelaskan hal ini.

CPI sendiri menganut asas pay for performance, pembayaran berdasar kinerja. Jadi, pegawai diberikan apresiasi berdasarkan kinerja. Seorang pegawai bisa saja bekerja selama 20-30 tahun, tapi jika kinerjanya kurang, maka akan dibayar sesuai dengan kinerja pegawai. Namun kalau ada pegawai baru dengan kinerja baik, diakui Iwan, CPI sudah pasti akan membayar dalam jumlah besar, sesuai dengan kinerja pegawai baru tersebut. "Banyak pegawai yang belum lama bekerja di CPI gajinya lebih besar dari saya. Itu bisa terjadi," aku Iwan antusias.

Senada dengan Iwan, Dwianugerah Hariadi, Manajer HR Business Relation CPI, menambahkan bahwa CPI mempunyai set up renumerasi kompetitif objektif, artinya, posisi atau jabatan seseorang di CPI tidak mencerminkan apa-apa. "Mau jabatannya manajer atau supervisor, bagi kami yang dilihat adalah tugas yang dia emban dan seberapa besar tanggung jawab yang dia miliki," tegas Hari, sapaan akrabnya. Penilaian kinerja pegawai selain untuk penentuan renumerasi juga bertujuan untuk promosi atau kenaikan jabatan.

Menurutnya, ada kelas-kelas tertentu bagi masing-masing pegawai untuk menentukan renumerasi pegawai. Jika kinerja pegawai bagus, maka pegawai tersebut akan dibayar 100% bahkan lebih dari set up renumerasi kompetitif objektif. CPI pegawai yang berada di kelas 1-10 dan kelompok dua untuk pegawai di kelas 10-30. Untuk pegawai yang masih baru, biasanya akan mendapat gaji pokok sebesar 80% sesuai dengan kelas masing-masing.

Selain gaji pokok, benefit yang diberikan pegawai CPI di antaranya adalah tunjangan perumahan, tunjangan transport, tunjangan kesehatan, dan lainnya. Tunjangan perumahan pegawai, misalnya. Untuk pegawai kelas 10-15, kisarannya antara Rp 370.000 – Rp 880.000, untuk daerah Sumatera dan Jakarta. Tunjangan perumahan ini diberikan maksimal 45 kali gaji pokok dan berlaku di seluruh level. Selain tunjangan rumah, CPI juga menyediakan bantuan untuk pembelian rumah yang harus dikembalikan ke perusahaan. Setiap bulan, gaji pegawai akan dipotong sekitar 25% hingga bantuan tersebut lunas.

Tunjangan transport pegawai diberikan berdasarkan kelompok pegawai dan jika ada kenaikan BBM. "Kami membagi beberapa kelompok khusus untuk tunjangan transport," ujar Iwan. Kelompok nonstaf dan semi staf seperti lead teknisi, jika ia lembur, maka akan dibayar upah lemburnya, dan kelompok staf yang lembur namun tidak dibayar. "Kelompok staf tidak dibayar lemburannya karena dianggap sudah menjadi bagian dari pekerjaan atau tanggung jawabnya, " Iwan menukaskan. Tunjangan transport berkisar Rp 401.500 – Rp 847.000 untuk daerah Sumatera / Batam dan Jakarta. Tunjangan makan akan diberikan jika pegawai bekerja di lingkungan remote area. Sedangkan ponsel dan kartu perdana diberikan kepada pegawai yang memang dibutuhkan untuk komunikasi. "Kami tidak memandang jabatan, siapapun pegawai yang memang diperlukan untuk itu, maka kami akan berikan," imbuhnya kembali.

Untuk tunjangan kesehatan, mencakup rawat jalan, rawat inap, kacamata, gigi dan persalinan. Khusus untuk pulau Sumatera, pegawai dan keluarganya bila sakit bisa langsung dibawa ke rumah sakit milik CPI. Sementara untuk pegawai yang bekerja di Jakarta, mereka bisa menuju rumah sakit umum rekomendasi CPI. CPI juga memberikan tunjangan kecelakaan kerja bagi pegawai, tunjangan hari tua atau pensiun dan tunjangan kematian akibat kecelakaan kerja. Khusus untuk tunjangan kematian, pihak CPI memberikan sebanyak 72 kali gaji pegawai tersebut.

Bahkan, CPI juga memberikan beberapa komponen seperti rest & relax untuk pegawai yang berada di kelas 22 ke atas. "Pegawai dan anggota keluarganya bisa berlibur sesuai dengan besarnya uang yang mereka terima," jelasnya. Namun, bukan berarti pegawai yang berada di kelas 22 ke bawah tidak mendapat komponen dari perusahaan. "Untuk kelas 22 ke bawah, pegawai akan mendapat total cash sebanyak 15 kali setiap tahunnya, sedangkan level 22 ke atas hanya mendapat 14 kali gaji," jelas Hari, yang diperkirakan membawa pulang cash antara Rp 182 juta – Rp 308 juta per tahun. Sementara untuk level direktur, diperkirakan total cash-nya berkisar Rp 420 juta – Rp 840 juta per tahun.

Itu untuk tahun 2004. Sementara untuk tahun 2005, Iwan hanya memberikan kisaran kenaikan gaji pegawai CPI sekitar 9 – 11%. "Semuanya tergantung inflasi dan kinerja pegawai masing-masing. Kami bilang total kenaikan gaji adalah 9%, berarti pegawai kami ada yang naiknya 4%, ada yang 5%. Semuanya tergantung kinerjanya," ungkapnya. Kenaikan gaji pegawai CPI menurut Iwan dilakukan berdasarkan hasil survey Watson Wyatt akhir 2004 lalu kepada sekitar 22 perusahaan perminyakan di Indonesia. CPI sendiri harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit, yaitu sekitar US$20.000.

Puaskah pegawai CPI dengan renumerasi mereka? Iwan mengakui bahwa tingkat kepuasan kerja pegawai, kendati berbeda-beda, namun tidak semata berdasarkan uang atau gaji yang mereka terima. Ia menilai, environment dan treatment juga tidak kalah penting. Adakala, seseorang loyal dan betah bekerja di suatu tempat karena atasannya sangat menghargai pekerjaan bawahannya. "Itu sangat berharga, ketimbang gaji tinggi tapi dihina terus oleh atasan," Iwan berujar. Namun, ia menegaskan bahwa sekarang ini loyalitas tidak begitu penting. "Yang penting kinerja dan bagaimana cara memacu kinerja. Seseorang yang mendapat rumah mewah, pasti ia ingin dapat barang mewah lainnya. Ini tidak akan ada cukupnya."