Ceritakan Kelemahan Anda Saat Interview (Part 1)

PERSIAPAN yang matang saat interview kerja, penting dilakukan agar kandidat menjadi lebih percaya diri. Salah satu persiapan tersebut adalah meramu jawaban yang tepat, dari pertanyaan yang kandidat prediksikan akan muncul dalam wawancara.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam interview adalah mengenai kelemahan kandidat. Biasanya, interviewer akan bertanya, “Coba ceritakan apa kelemahan atau kekurangan Anda!” Dari sumber internet atau rekomendasi teman, kita akan memperoleh referensi mengenai jawaban yang “tepat” untuk pertanyaaan tersebut.

Persoalannya adalah, yang tepat menurut teman kita, apakah sesuai dengan jawaban yang diinginkan interviewer? Tidak semua benar, dan bahkan ada yang fatal akibatnya jika diikuti. Kok bisa?

Nah, berikut ini contoh jawaban salah, yang saat ini sudah banyak dianut, untuk pertanyaan mengenai kelemahan kandidat. Jawaban itu adalah sebagai berikut;

1. Kandidat harus menyembunyikan kelemahan-kelemahan yang berhubungan dengan deskripsi kerja yang ia lamar. Atau jika dalam keadaan terdesak, kandidat boleh mengatakan, “Wah, maaf saya tidak dapat mengingat kelemahan-kelemahan saya.”

2. Mengatakan kelebihan kandidat, dan berpura-pura seolah-olah kelebihan itu adalah kekurangan kandidat. Contoh, “Saya harus mengatakan bahwa kelemahan terbesar saya adalah sifat perfeksionis yang saya miliki. Untuk setiap tugas yang diberikan, saya akan mengerahkan perhatian dan upaya 150%.”

Jawaban seperti di atas tidak hanya buruk, tetapi juga dapat menyinggung perasaan si penanya alias Manager HRD yang mewawancara si calon. Kandidat memang tidak bisa mengambil jawaban yang betul-betul tepat seperti ia mencari tutup yang pas untuk sebuah botol. Tetapi setidaknya, kandidat dapat memikirkan jawaban yang bagus atas pertanyaan tersebut.

Lantas, apa rekomendasi jawaban tersebut adalah?

Nantikan: Ceritakan Kelemahan Anda Saat Interview (Part 2) (*/tw)

Tags: , , ,