Mengembangkan Potensi Besar Generasi Millenial

Generasi Millenial yang juga dikenal dengan  Gen Y cepat atau lambat akan menunjukkan dominansi mereka dalam perushaan. Sebelum Anda menyadarinya, mereka-mereka ini akan menjadi Leader di perusahaan Anda. Pertanyaannya, sudahkah Anda mempersiapkan anak-anak ini untuk menjadi pemimpin masa depan?

Setiap hari lebih dari 10 ribu Baby Boomers memasuki usia 65 tahun. HaI ini akan terus terjadi selama 18 tahun mendatang. Kenyataan ini memberi tantangan kepada praktisi HR untuk mengelola pergeseran drastis pada demografi angkatan kerja. Engagement terhadap angkatan muda mau tidak mau menjadi agenda penting, jauh lebih penting daripada sebelumnya.

Mengelola generasi Y memang sangat menantang, tetapi ada banyak peluang jika kita bisa belajar  bagaimana bekerja bersama mereka.

Brad Karsh, Presiden JB Training Solutions memberikan 9 gagasan best practices untuk para profesional HR yang ingin mempertahankan dan mengembangkan potensi besar karyawannya.

1. Sosialisasikan

Pertama dan terpenting adalah mempunyai fondasi yang solid dengan cara mendidik semua pihak tentang pentingnya pengembangan karyawan berpotensi tinggi. Apakah para direktur (C level) Anda sudah sadar bahwa, menurut hasil studi Nolan Norton Institute yang dipublikasikan Harvard Business Review, lebih dari 75% nilai pasar perusahaan ditentukan oleh aset yang tidak berwujud (intangible assets) seperti talent? Apakah generasi Y memahami pengaruh mereka dalam pergeseran generasi pada angkatan kerja dalam beberapa tahun mendatang? Sosialisasi perlu dilakukan pada semua kelompok untuk mendapatkan komitmen  semua orang untuk mendorong inisiatif-inisiatif pengembangan talent yang diperlukan. Untuk melakukan sosialisasi ini, Karsh mengusulkan mengadakan acara makan siang santai dengan topik angkatan kerja multi generasi untuk membantu semua mengerti landscape yang terus berubah.

2. Identifikasikan karyawan Berpotensi

Generasi Millenial perlu merasa bahwa mereka istimewa dan penting bagi perusahaan. Identifikasikan para karyawan berpotensi dan biarkan mereka tahu bahwa mereka adalah karyawan potensial, sehingga mereka menyadari dampak jangka panjang yang mereka berikan kepada perusahaan. Generasi ini sangat menghargai pengembangan personal maupun profesional dan berharap perusahaan membantu mereka belajar dan berkembang. Bila mereka tahu bahwa perusahaan berinvestasi pada mereka untuk jangka panjang, mereka akan semakin terlibat (engaged). Tak jarang pula, bila Anda memberitahu seseorang bahwa dia berkinerja tinggi, maka dia akan menjadi berkinerja tinggi. Dalam hal ini Karsh memberi gagasan agar CEO atau pemimpin lain yang dihargai mengajak makan siang karyawan baru.

3. Hubungkan mereka dengan gambaran besar

Generasi Y juga selalu bertanya “mengapa,” karena itu di tempat kerja mereka mempertanyakan alasan di balik keputusan-keputusan. Sebaiknya manajemen menjelaskan gambaran besar di balik proses-proses dan prosedur organisasi. Generasi ini selalu ingin memberikan dampak, karena itu tunjukkan bagaimana pekerjaan dan tanggung jawab mereka memberi dampak dalam gambaran besar tersebut. Gagasan dari Kars

h adalah, menunjuk beberapa karyawan berpengalaman untuk duduk bersama karyawan gen Y dan menjawab setiap pertanyaan dari gen Y tersebut.

4. Sediakan peta karir

Generasi Millennial mendambakan fleksibilitas pada tahapan sehari-hari, tetapi juga ingin fleksibilitas secara jangka panjang. Bila di perguruan tinggi mereka dapat mengganti jurusan bila ingin mencoba sesuatu yang baru, maka di tempat kerja mereka pun menginginkan fleksibilitas yang sama. Karena itu penting bagi perusahaan untuk menunjukkan pada mereka pilihan-pilihan karir yang tersedia. Tanyakan pada karyawan potensial Anda ke mana mereka hendak berada di masa depan dan tunjukkan pada mereka cara mencapainya. Tunjukkan juga pilihan-pilihan lain yang tersedia di perusahaan bagi mereka bekerja di departemen yang berbeda atau proyek yang berbeda.

5. Berikan penekanan pada pentingnya Soft Skills

Tekankan pentingnya soft skills dalam keterampilan bisnis. Soft skill sangat penting untuk sukses di tempat kerja, tetapi milenials kerap lemah dalam hal ini, biasanya ada kesenjangan keterampilan yang besar ketika mereka bergabung dengan sebuah perusahaan, mereka kadang belum siap menerima transisi tersebut. Untuk itu, ada baiknya manajemen mensosialisasikan hal-hal dasar soft skill seperti etika bisnis, cara menulis, manajemen waktu, konflik dan lain-lain.

6. Berikan Mereka Rentetan Pengalaman

Tawarkan kepada karywan berpotensi ini pengalaman, pengalaman, pengalaman. Gen Y yang biasanya baru saja keluar dari bangku kuliah, selalu mendapat hal baru setiap semester. Berikan mereka pengalaman dalam departemen yang berbeda, rotasi adalah program yang bagus untuk menjalankan hal ini. Jangan takut memberikan mereka proyek dan tantangan baru. Gen Y juga perlu didorong untuk berpartisipasi dalam organisasi profesional dan industri untuk memperkaya pengalaman mereka.

7. Berinvestasi mulai sekarang

Keberhasilan jangka panjang organisasi terletak sepenuhnya di tangan karyawan yang berpotensi tinggi. Kelompok ini akan membentuk landscape masa depan bisnis Anda, jadi keputusan di tangan Anda, untuk berinvestasi pada mereka mulai sekarang. Uang yang dihabiskan untuk pelatihan dan pengembangan serta bimbingan akan bernilai baik dengan hasil di masa depan.

8. Bangun program mentoring

Generasi Millenial ingin seseorang yang menjadi panutan mereka. Berikan kepada mereka sosok yang akan dihargai dan dihormati. Ketika Millenial mempercayai otoritas, maka program mentoring dapat dilakukan sebagai cara menghubungkan mereka dengan program organisasi.

9. Kembangkan budaya feedback dan pengakuan

Gen-Y mungkin memiliki sikap percaya diri yang tinggi, tapi bukan berarti mereka tidak ingin menjadi lebih baik. Katakan pada mereka kinerja mereka, sesering mungkin. Kelompok millennial ini ingin belajar, tumbuh, dan berkembang. Tidak seperti baby boomer yang hanya menunggu review tahunan. Mereka ingin mendapat umpan balik (feedback) secara harian. Kembangkan budaya feedback dan biasakan para manajer untuk bersikap terbuka, jujur dan langsung dalam membagikan gaya dan filosofi manajemen mereka.

zp8497586rq
Tags: , ,