Adira Gunakan eLearning Untuk Proses Onboarding


E-learning ternyata juga dapat membantu efektivitas dalam proses onboarding di dalam perusahaan. Setidaknya hal itu dilakukan Adira Finance seperti yang dijelaskan Novitri Diah Lista Wulandari, Training Centre Head Adira Finance dalam kesempatan eLearning Executive Forum hari Rabu (23/5) di Jakarta.

Ketika perusahaan mempunyai ribuan karyawan dengan pertumbuhan yang cepat, sementara investasi di sisi infrastruktur tidak secepat pertumbuhan tersebut, maka sistem eLearning dapat digunakan untuk meringankan masalah tersebut.

“Di kami, karyawan baru yang belum OKB (orientasi karyawan baru) tidak boleh menjual dulu, jadi hal administratifnya mesti dibereskan dulu,” ujar Novitri kepada forum. Sharing session yang juga menghadirkan Fathulloh dari Bank Mandiri dan Donin Tribagyanto Junor, Agency Support and Solution Department Head MAA Assurance, menjadi ajang berbagi pengalaman manajemen training yang menerapkan E-Learning.

Dengan jumlah karyawan mencapai 29.800 orang, bisa dibayangkan karyawan administrasi yang harus mengurus data personal karyawan baru pasti kewalahan. Apalagi jumlah karyawan admin yang ada tidak sebanding dengan karyawan baru yang masuk, otomatis kesalahan pencatatan riskan terjadi. Sete

lah adanya eLearning, karyawan frontliner dituntut menjalani training melalui eLearning tersebut. Ini juga memudahkan pencatatan data secara otomatis.

Karyawan dapat mengikuti program LMS (Learning Management System) yang diintegrasikan dengan EKP (Enterprise Knowledge Platform) dalam berbagai bentuk penyampaian, seperti blended, dimana karyawan diminta mengikuti training E-Learning melalui modul-modul, tetapi juga diperbolehkan mengikuti E-class. “Kebanyakan karyawan masih memilih kelas training ketimbang E-learning, untuk itu kami usung program blended,” ujar Novi.

Senada dengan Novi, Fathulloh juga mengakui E-learning banyak memberikan manfaat dalam sistem kerja Banking, namun E-Learning baginya hanya menjadi pelengkap saja. “Tantangannya adalah bagaimana manajemen bisa membuat karyawan suka dengan konsep baru training ini, dan kalau bisa content E-learningnya diupdate terus dan kontekstual,” kritis Fathulloh.

Ketika ditanya bagaimana agar E-Learning bisa sukses dijalankan, Novi menjawab bahwa E-learning harus didukung oleh manajemen. Selain itu, faktor change management juga menjadi pelengkap bila E-learning mau dibudayakan. “Sosialisasi dulu, kemudian bridging strategi dan berikan sistem reward kepada karyawan,” papar Novi. Faktor terakhir yang tidak kalah penting yaitu supporting tools. “Kerjasama dengan IT itu sangat penting, walaupun di kami tidak ada help desk, tapi infrastruktur teknologi sangat mempengaruhi berhasilnya E-learning dijalankan,” imbuh Novi.

zp8497586rq
Tags: , ,