80% Lulusan S-1 Jadi Pegawai dengan Massa Tunggu hingga 3 Tahun

Sampai saat ini, sebanyak 82,2 persen lulusan perguruan tinggi bekerja sebagai pegawai. Adapun masa tunggu lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan selama enam bulan hingga tiga tahun.Data dari Badan Pusat Statistik tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Dediknas Fasli Jalal ketika berbicara tentang kewirausahaan di Jakarta akhir pekan lalu.
Menurut Fasli, perguruan tinggi perlu melakukan upaya untuk menyiapkan lulusannya agar tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tapi juga pencipta lapangan kerja. Upaya tersebut tak lain pendidikan kewirausahaan yang mesti berjalan secara berkesinambungan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses pendidikan di perguruan tinggi.
Dengan adanya pendidikan kewirausahaan, sekaligus perguruan tinggi ikut mengatasi pengangguran terdidik yang terus meningkat. “Tingginya jumlah pengangguran berpendidikan tinggi menunjukkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi kurang menyentuh persoalan-persoalan nyata di dalam masyarakat,” ujar Fasli.
“Perguruan tinggi belum bisa menghasilkan lulusan yang mampu berkreasi di dalam keterbatasan dan berdaya juang di dalam tekanan,” tambah dia.Fasli mengingatkan, rata-rata lama bersekolah mestinya linear dengan pendapatan. Tapi, di Indonesia tidak demikian. Persoalan ini mesti serius diatasi. Salah satunya dengan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan di kampus-kampus supaya para sarjana tidak berpikir hanya berburu pekerjaan, tapi juga menciptakan peluang berusaha karena sudah dilatih di kampus.
Pendamping
Sebagai pendampingan program pengembangan kewirausahaan mahasiswa, Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas telah bekerja sama dengan UCEC untuk melatih 1.317 dosen dari 317 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Salah satu hal yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini adalah pembentukan pusat kewirausahaan di sejumlah perguruan tinggi.
Pusat pengembangan kewirausahaan yang tumbuh di perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta itu selanjutnya bisa bergabung dalam persatuan pusat usahawan Indonesia yang segera dibentuk.
Dengan gencarnya pendidikan kewirausahaan, baik yang diintegrasikan dalam kurikulum maupun kegiatan kemahasiswaan, pada tahun 2014 ditargetkan sebanyak 20 persen lulusan perguruan tinggi berhasil menjadi usahawan.
Penciptaan komunitas usahawan dari kalangan dosen dan lulusan perguruan tinggi ini ditargetkan bisa mempercepat penambahan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini baru berjumlah 0,18 persen dari ideal 2 persen yang dibutuhkan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi bangsa.