Karyawan Lebih Mencari Tujuan daripada Promosi

Apakah sesungguhnya yang diinginkan karyawan, bagaimana cara yang paling efektif untuk memotivasi karyawan, pertanyaan-pertanyaan seperti ini selalu mengisi kepala para pimpinan bisnis maupun HR. Penemuan terbaru dari sebuah firma konsultansi Calling Brand menemukan bahwa karyawan mencari tujuan dari suatu organisasi. 65% karyawan akan memberikan lebih kepada perusahaan yang mereka nilai memiliki tujuan (purpose).

Hasil penemuan tersebut mengungkapkan, bekerja pada organisasi dengan tujuan yang didefinisikan dengan jelas—atau dengan kata lain memiliki etos yang mendasari tindakan-tindakan, melebihi tujuan operasional dan komersial semata—adalah faktor kedua paling penting yang dicari karyawan pada sebuah perusahaan setelah remunerasi. Hal itu mengatasi faktor-faktor lain seperti level tanggung jawab dan bahkan kemajuan karir.

Penelitian terhadap lebih dari 4,000 responden dari Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat itu menemukan bahwa:

– 65% responden mengatakan mereka akan memberikan lebih dalam pekerjaan kepada organisasi yang memiliki tujuan yang didefinisikan dengan jelas

– 64% mengatakan organisasi dengan tujuan yang jelas juga akan menimbulkan perasaan setia kepada perusahaan yang lebih kuat.

Hasil temuan ini menunjukkan trend karyawan yang semakin mencari keuntungan tak berwujud dari pekerjaan mereka, melebihi gaji, benefit, dan bahkan prospek karir—data di atas dapat memberikan peringatan agar perusahaan mengantisipasi perubahan ini.

“Pada akhirnya, seseorang ini bekerja pada bisnis yang baik, mereka ingin mempercayai bahwa pekerjaan tempat mereka bekerja mempunyai peran positif kepada masyarakat karena hal ini akan memberikan citra diri yang positif juga untuk mereka,” Brook Calverley dari Calling Brand menjelaskan.

“Perusahaan-perusahaan yang mengkomunikasikan sense of purpose dengan kuat akan menikmati keuntungan komersial yang besar dibandingkan kompetitor mereka. Hal ini didorong oleh kinerja superior dalam rekrutmen, retensi dan engagement talent terbaik, yang pada ujungnya menghasilkan produktivitas,” tambah Calverley.

Tags: