Survei: Perusahaan Gagal Membuat Karyawan Merasa Berharga

Survei berikut ini bisa menjadi alarm bagi pemberi kerja untuk lebih serius lagi mengelola karyawannya. Pasalnya, hasil survei terhadap 1.000 orang di Inggris yang dilakukan perusahaan konsultan River Marketing baru-baru ini mengungkapkan tingkat kekecewaan di tempat kerja yang mengkhawatirkan.

Hasil jajak pendapat itu menemukan, perusahaan gagal menampung aspirasi para karyawannya dan hanya 21% saja dari kelompok karyawan yang percaya bahwa manajemen peduli dengan masa depannya.

Survei tersebut juga menyebutkan bahwa kelompok karyawan yang optimis keadaan akan berubah hanya 18%. Sayangnya, angka ini kalau dibandingkan dengan jumlah buruh di Inggris sama dengan 23.000 orang yang mengaku kecewa dengan perusahaan tempatnya bekerja.

Lebih dari sepertiga (37%) responden mengaku mereka jarang bahkan tidak pernah menerima penghargaan yang cukup di tempat kerja dan angka yang hampir sama (35%) mengaku mereka tidak puas dengan komunikasi yang mereka terima dari manajemen senior.

Menurut Managing Director River Marketing Phil Dunk, organisasi memang masih belum bergerak aktif. “Bahkan dengan angka pengangguran yang mencapai 2,65 juta, perusahaan berpikir mereka te

lah memberikan kemewahan kepada karyawannya sehingga mereka terkesan mengabaikan tuntutan yang ada,” ujarnya.

Dunk mengingatkan, perusahaan tidak boleh terlena dengan keadaan ini. Menurutnya jika keadaan sudah normal kembali, bisa jadi perusahaan akan terlambat menyadari bahwa para talent terbaiknya sudah keluar dari organisasi. Manajemen, imbuhnya, harus membuat langkah kecil namun tulus.

Selain sesekali mengatakan ‘terima kasih’, Dunk meyakini perusahaan harusnya lebih fokus pada penguatan hubungan antara manajemen senior dan karyawan. “Harus ada lebih banyak upaya pada pengembangan komunikasi internal yang kuat sehingga karyawan merasa lebih dekat dengan bagian atas organisasi, memahami mengapa keputusan sulit sedang dibuat dan menyadari pentingnya kontribusi masing-masing untuk bisnis, “tambahnya.

Kabar gembiranya, upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh manajemen tidak harus mengeluarkan biaya besar. “Membuat orang-orang Anda merasa dihargai dapat dilakukan secara sederhana, tidak perlu biaya mahal. Bahkan, dengan teknologi yang sekarang tersedia, akan lebih mudah bagi organisasi untuk berkomunikasi dengan baik secara internal daripada sebelumnya,” saran Dunk.

zp8497586rq
Tags: