Empat Prioritas Persoalan Ketenagakerjaan

Namun, pria asal Sumatera Barat ini mengakui masih banyak kendala-kendala yang dihadapi Indonesia dalam mendatangkan investor asing. Birokrasi yang berbelit-belit, pungutan liar yang banyak dan UU yang tidak mendukung membuat investor enggan masuk ke Indonesia dan lebih memilih negara lain untuk menanamkan modal mereka.

Berbeda dengan negara lain seperti Cina. Para investor banyak didukung oleh pemerintah tersebut. “Disini belum masuk sudah diganggu. Belum apa-apa sudah diminta uangnya,” kata Sofyan dengan nada keras. Jika diibaratkan peternak ayam, seharusnya yang diambil telomya, bukan bunuh ayamnya. “Ini sih, ayamnya belum bertelor sudah dikaget-kagetin.” Berikut wawancara Sofyan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kepada Majalah Human Capital.

Bisa Anda jelaskan evaluasi berbagaipersoalan ketenagakerjaan di Indonesia sepanjang 2005?

Sekitar 2005 ini belum banyak penyelesaian dalam hal pengangguran. Satu-satunya masalah yang bisa mengatasi pengangguran adalah investor. Memang belum banyak masuk di tahun ini. Padahal seharusnya bisa masuk lebih cepat. Alasan lain memang ada masalah eksternal dan internal. Terus masalah tsunami, flu burung, demam berdarah, bom Bali dan sebagainya. Jadi tidak hanya sekedar kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) saja. Pemerintah sudah dari awal teralihkan dengan masalah lain yang tiba-tiba terjadi, sehingga tidak bisa menyelesaikan apa yang dijanjikan. Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa menyelesaikan dengan cepat masalah yang tiba-tiba ini. Adanya kenaikan BBM membuat ini makin terpuruk.

Tugas pemerintah dalam hal memperbaiki iklim ketenagakerjaan di Indonesia?

Pekerjaan rumah (PR) yang pemerintah janjikan yaitu harus memperbaiki situasi pengangguran di 1ndonesia, mengurangi kemiskinan. Dan ini harus serius dikerjakan pemerintah di tahun 2006, SBY menjanjikan 4 prioritas di bidang ekonomi yang akan dikerjakan di tahun 2006. Keempatnya adalah perubahan UU perpajakan, revisi UU ketenagakerjaan, infrastruktur dan iklim investasi. Ini kesepakatan bersama bersama bahwa 4 prioritas ini harus segera dikerjakan. Jadi kita harus lebih banyak action plan, tidak lagi sekedar wacana seperti di tahun 2005.

Dari keempat prioritas tersebut, mana yang akan didahulukan?

Sekaligus harus dikerjakan. Pemerintah harus lebih tegas dalam hal ini. Kalau SBY tidak segera melaksanakan, maka dia dianggap tidak berhasil.

Beberapa kalangan menilai bahwa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia di tahun 2006 akan menjadi suram. Bagaimana menurut Anda ?

Saya melihat tahun 2006 mendatang bukan lebih suram. Enam bulan pertama di 2006, kita semua akan mengalami kesulitan akibat naiknya BBM. BBM naik, inflasi naik, suku bunga naik, kurs dollar tidak turun. Semua ini membuat investor menunggu, bagaimana situasinya. Padahal orang perlu makan, sedangkan hidupnya sekarang lebih susah. Anda bisa lihat di TV, orang antri uang dari pemerintah yang besarnya Rp300 ribu untuk 3 bulan. Sebanyak 60 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan sehingga harus dibantu pemerintah. Menurut saya itu yang harus diselesaikan. Kita tidak bisa berleha-leha dalam persoalan ini.

Kendala utama menarik investasi di Indonesia ?

Investor itu selalu mencari tempat yang baik untuk berinvestasi. Investor tidak akan tunggu Indonesia menjadi baik. Mereka akan mencari negara-negara lain seperti Cina, India, Malaysia atau Vietnam. Kan UU pajak sudah di DPR, UU tenaga kerja mau masuk, investasi tinggal tunggu, infrastruktur sudah ditender. Kita tinggal tunggu pelaksanaannya.

Kabarnya birokrasi di Indonesia masih sering menyusahkan investor?

Pemerintah menurut saya sadar akan hal ini. Kita ini lemah sekali dalam hal birokrasi. Presiden maunya A, di tingkat menteri sudah berubah. Sampai di bawah sudah lebih macet lagi. Di daerah itu sudah jadi raja kecil-kecil. Makanya orang malas masuk. Di Cina, orang masuk itu dibantu. Kalau di sini belum masuk sudah diganggu. Belum apa-apa sudah diminta uangnya. Kita ini mau ambil telornya bukan bunuh ayamnya. Ayamnya belum bertelor sudah dikaget-kagetin.

Tren pembukaan lapangan kerja di tahun 2006 menurut Anda apa saja?

Saya kira infrastruktur seperti jalan tol, listrik, pipa gas dan sebagainya bisa menjadi peluang. Kemudian ada beberapa pabrik-pabrik yang ingin masuk ke sini seperti elektronik dan sepatu. Agribisnis juga baik. Pertambangan seperti batubara juga maju, minyak juga bagus. Tapi memang tahun 2006 adalah tahun Indonesia untuk konsolidasi dan majunya di 2007. Tapi memang mulainya pertengahan 2006 karena di awal tahun 2006 orang masih ribut dan marah tentang naiknya BBM, naiknya bahan pokok, susah hidupnya, sehingga daya beli masyarakat menurun sekitar 20%.

Beberapa kalangan memprediksikan, akan ada PHK besar-besaran. Bagaimana menurut Anda?

Saya kira tidak. Bagi perusahaan besar, mereka bisa bertahan karena punya cadangan. Mereka berusaha mati-matian untuk bertahann karena mereka berharap ada harapan. Yang tidak bisa bertahan banyak menurut saya adalah usaha kecil dan menengah (UKM). Karena modalnya kecil, hidupnya dari tahun ke tahun, tapi penjualannya rusah sehingga tutup dan banyak PHK. Perusahaan besar juga pasti ada PHK, tapi tidak dalam arti besar-besaran.

Bagaimana dengan sosialisasi UU ketenagakerjaan mengingat masih banyak pekerja yang belum mengerti isi dari UU tenaga kerja?

Sebagian besar pekerja di Indonesia memang tidak mengerti UU. Menuntut asal bunyi saja. Pemerintah berkewajiban untuk mensosialisasikan UU ketenagakerjaan di seluruh propinsi. Bicara dengan pemerintah daerah, serikat pekerja di daerah agar tahu dan mengerti UU. Kekurangan pemerintah adalah dalam hal mensosialisasikan UU, tapi rakyat Indonesia yang membaca media massa seperti koran juga lemah. Mereka bisa saja lihat TV, tapi yang dilihat sebagian besar sinetron.

Tingkat produktivitas pekerja Indonesia dinilai rendah. Bagaimana Anda menanggapi hal ini?

Produktivitas rakyat Indonesia rendah karena pendidikan dan semangat kerjanya juga kurang. Kita ini negara agrikultur, yang hidupnya tergantung dari alam. Yang saya dengar, 1 orang Cina sama dengan 3 orang Indonesia jika kerja di pabrik tekstil. Tidak ada sabtu libur dan tidak ada lembur. Semangat kerja mereka tinggi. Alam kita memang terlalu baik. Beda dengan mereka yang hidup di 4 musim, mereka harus kerja keras agar di musim dingin mereka tidak susah. Masyarakat Indonesia terlalu dimanjakan oleh alam. Seharusnya jangan begitu.