Pemotongan THR, Benarkah?

Pertanyaan :

Apakah benar pemotongan pada THR? Maksudnya apakah karena kondisi perusahaan yang sekarang ini sedang low/sleeping, maka pemangkasan pengeluaran dapat dibebankan pada THR? Adakah ketentuan di Peraturan Ketenagakerjaan tentang besaran minimum THR yang harus diberikan? Kalau perusahaan mengeluarkan policy seperti ini, bagaimana menyikapinya?

Terima kasih.


Jawaban :

Berdasarkan Permenaker No.04/1994, perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawan, namun besarnya tidak harus 100% (1 bulan upah) atau lebih. Perusahaan dapat memberikan THR kurang dari 100%, asal alasannya masuk akal dan dapat diterima oleh karyawan. Bagi pengusaha yang karena kondisi perusahaannya tidak mampu membayar THR, mereka dapat mengajukan penyimpangan mengenai besarnya jumlah THR kepada Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan. Permohonan itu diajukan paling lambat 2 (dua) bulan sebelum hari raya keagamaan terdekat.

Semoga jawaban ini membantu.