Karyawan Bolos Kerja, Potong Gaji atau Tunjangan?

Pertanyaan :

Jika terjadi pemotongan gaji untuk karyawan dikarenakan tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan/mangkir/bolos, sebaiknya dari nilai apa yang harus dipotong? Apakah pemotongan gaji tersebut bisa dipotongkan dari gaji pokok atau hanya ditiadakan uang makan/transport/kehadirannya saja, atau bahkan bisa diterapkan potongan kedua-duanya?


Jawaban :

Berdasarkan azas "no work no pay" sesuai Pasal 93 ayat (1) UU No 13/2003, komponen upah apapun (upah pokok dan/atau tunjangan-tunjangan) dapat dipotong sesuai dengan kebijakan perusahaan. Namun, ada kondisi di mana pekerja yang tidak masuk kerja misalnya karena sakit, pekerja berhak menerima upah penuh. Lihat Pasal 93 ayat (2) UU No 13/2003 untuk hal-hal apa saja yang pekerja berhak atas upah penuh meskipun pekerja tidak masuk kerja.