Karyawan Baru Kecelakaan pada Jam Kerja

Pertanyaan :

Seorang karyawan kami mengalami kecelakaan tabrak lari pada saat jam kerja. Dia baru bekerja 1 bulan 15 hari . Dengan kondisi perusahaan yang baru berjalan 2 bulan, menghadapi ini sangat berat bagi kami. Di satu sisi, kami mempunyai tanggung jawab moril selain biaya yang kami tanggung di rumah sakit.  Tapi, dengan kondisi seperti ini, apabila berkelanjutan akan mempengaruhi kondisi perusahaan yang baru saja berdiri. Apakah saya bisa memutuskan hubungan kerja sepihak (belum melewati masa percobaan 3 bulan ), atau bagaimana jalan keluarnya?


Jawaban :

Bila pekerja telah diikutsertakan dalam program Jamsostek, maka biaya perawatan di rumah sakit akan ditanggung oleh Jamsostek. Hubungi kantor Cabang Jamsostek terdekat untuk mendapatkan penjelasan rinci tentang santunan yang diberikan oleh program Jamsostek.
 
Memutuskan hubungan kerja sepihak karena alasan sebagaimana dalam kasus di atas, dilarang oleh UU No. 13 tahun 2003 (lihat Pasal 153 ayat 1 huruf a). Nampaknya perusahaan tidak dapat menghindar dari tanggung jawab untuk tetap membayar upah meski yang bersangkutan sakit dan tidak dapat bekerja.
 
Solusi yang disarankan, adakan pendekatan dengan pekerja tersebut. Hitung upahnya untuk 12 bulan ke depan. Tawarkan pelaksanaan PHK berdasarkan kesepakatan bersama. Dengan mengacu pada UU No. 13 tahun 2003 pasal tersebut di atas, jelaskan kewajiban perusahaan, dan bahwa perusahaan bersedia untuk membayar upah 12 bulan sekaligus (sekali lagi asalkan pekerja setuju untuk dilakukan PHK dengan kesepakatan bersama). Apalagi kalau perusahaan juga masih bersedia menambah sejumlah tertentu untuk bantuan perawatan atas sakitnya karena tabrak lari tersebut. Hal itu dapat lebih menarik bagi pekerja untuk bersedia membuat persetujuan dengan perusahaan.