Upah Lembur Pekerja Shift

Pertanyaan :

Saya bekerja pada suatu perusahaan swasta yang bergerak di bidang EPC. Saya bekerja dengan sistem 2 shift. Waktu kerja satu shift 12 jam. Jadi ada waktu yang berlebih setiap masuk shift 4 jam. Perusahan tidak membayar kelebihan jam kerja tersebut sebagai upah lembur. Perusahaan hanya mengganti upah lembur tersebut dengan tunjangan shift Rp 900 rb sebulan itu pun kalau tidak masuk baik itu cuti atau sakit akan dipotong. Nilai tersebut di atas sangat jauh kecil dengan kelebihan jam kerja dibayar lembur. Yang akan saya tanyakan apakah saya dan teman-teman bisa menuntut perusahaan untuk kembali membayar kelebihan jam kerja tersebut sebagai upah lembur? Apakah ada peraturan yang mengatur upah jam lembur diganti dengan tunjangan shift? Mohon bantuan bapak yang berkompeten untuk memberikan penjelasan ke saya, saya dan teman-teman akan mencoba mengajukan kembali perubahan tsb. Apakah ada peraturan yang mengatur tentang pekerja shift. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak atas respon dari pertanyaan saya. wassalam Robinson.B


Jawaban :

Jawaban:

1.         Perusahaan dapat mengatur bahwa pekerja pada golongan gaji (grade) tertentu berhak atas upah lembur, dan pekerja pada grade yang lain tidak berhak atas upah lembur. Hal ini diatur dalam Permenakertrans No 102 tahun 2004, Pasal 4 ayat (2)

Pasal 4

(1)        Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja, wajib membayar upah lembur.

(2)        Bagi pekerja/buruh yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu, tidak berhak atas upah kerja lembur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), dengan ketentuan mendapat upah yang lebih tinggi.

(3)        Yang termasuk dalam golongan jabatan tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai pemikir, perencana, pelaksana dan pengendali jalannya perusahaan yang waktu kerjanya tidak dapat dibatasi menurut waktu kerja yang ditetapkan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.         Perhatikan ketentuan dalam ayat (2) dan (3) di atas, bahwa ada syarat-syarat yang harus dipenuhi bila perusahaan menempatkan pekerja dalam level atau kelompok yang tidak berhak atas lembur.

3.         Sehubungan dengan kasus anda, apakah kiranya anda dikelompokkan dalam level yang tidak berhak atas upah lembur ?

4.         Tentang pekerja mana yang berhak atau tidak berhak atas upah lembur harus dinyatakan dengan jelas dan tegas di Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Bila tidak, perusahaan tidak dapat semau sendiri menyatakan bahwa seorang pekerja tidak berhak atas upah lembur.

5.         Tunjangan shift bukan upah lembur, namun lebih berupa kompensasi atas ketidaknyamanan seseorang bekerja dalam jadwal shift. Bisa dibayangkan, orang yang bekerja dengan jadwal 07:00-15:00 tentu lebih nyaman dibandingkan dengan orang yang bekerja pada jam 15:00-23:00 atau 23:00-07:00.

6.         Tentu saja anda dapat menuntut ke perusahaan untuk hak upah lembur anda. Tapi harap baca dulu dengan seksama dan teliti angka 1 s/d 4 di atas.

7.         Bila perusahaan bersikukuh tidak mau/ tidak merasa harus membayar upah lembur, anda dapat mengadukan kasus anda ke kantor Dinas Tenaga Kerja setempat. Instansi tersebut akan menengahi dan meluruskan hal-hal yang tidak benar/ melanggar hukum.

Tags: ,