Cuti Habis Tetap Izin, Bolehkah Potong Gaji?

Pertanyaan :

Saya HR di sebuah perusahaan dan ingin sharing mengenai hal-hal di bawah ini.

1. Tentang pemotongan hak cuti bila karyawan izin. Jika alasan izin tersebut lebih mengarah pada kepentingan pribadi karyawan (anak sakit, mengurus KTP/SIM, tetangga meninggal), atau pun karena sedang malas, bagaimana menurut Bapak? Sedangkan, tidak masuk dikarenakan hal tertentu (khitanan, menikah) memang mendapatkan dispensasi seperti diatur dalam UU tenaga kerja.

2. Di perusahaan kami 70% karyawan adalah orang operasional. Jika hak cuti habis namun tetap izin maka akan kami potong dari gaji + tunjangan tetap. Prinsip kami, "No Work No Pay". Namun, selain sanksi administratif, kami juga melakukan tindakan indisipliner jika diperlukan. Apakah praktik seperti itu dibenarkan?


Jawaban :

1. Pekerja minta izin tidak masuk kerja, sepanjang alasannya termasuk sebagaimana yang diatur dalam UU 13 tahun 2003 bahwa tidak masuk kerja tersebut tetap berhak atas upah, perusahaan dapat mengatur bahwa tidak masuk kerja dipotong upah per hari. Misalnya, tidak masuk kerja karena sakit (dibuktikan dengan surat dokter), pekerja tetap berhak atas upah. Sedangkan, tidak masuk kerja karena anaknya sakit, dapat diberlakukan tiga kemungkinan: atas kebaikan hati perusahaan, tetap berupah; dipotong dari hak cuti; atau, perusahaan menentukan bahwa hari tidak masuk tidak berhak atas upah (no work no pay).

2. Untuk kasus tersebut, perusahaan berhak untuk memotong upah. Disarankan, ketentuan tersebut dituangkan dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama.