Bagaimana Pembayaran THR pada Masa Krisis?

Pertanyaan :

Sehubungan dengan kondisi perusahaan saat krisis, gaji dilakukan pemotongan. Namun, saat ini sebagian besar telah dikembalikan meskipun terdapat beberapa kepala divisi yang belum dikembalikan ke gaji semula karena divisi tersebut saat ini tidak ada kegiatan. Bagaimana dengan pembayaran THR-nya?


Jawaban :

Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 04 tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan, Pasal 7 mengatur sebagai berikut:
 
1. Pengusaha yang karena kondisi perusahaannya tidak mampu membayar THR dapat mengajukan permohonan penyimpangan mengenai besarnya jumlah THR kepada Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

2. Pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1) harus diajukan paling lambat 2 bulan sebelum Hari Raya Keagamaan yang terdekat.

3. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan menetapkan besarnya jumlah THR, setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan keuangan perusahaan.

Dengan ketentuan di atas, berarti pada prinsipnya THR harus dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja.