Bagaimana Memotivasi Karyawan?

Pertanyaan :

Bagaimana menyikapi dan membuat bawahan/karyawan yang bermasalah termotivasi untuk bekerja dengan baik dan benar.Terima kasih


Jawaban :

Halo Ibu Yeni,

Beberapa studi (model) memperlihatkan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi tingkat motivasi, kepuasan dan komitmen karyawan dan akibatnya keinginan mereka untuk tinggal, bertahan dan berprestasi di tempat kerja.

Walau studi yang satu dapat berbeda (setidaknya dari segi label dan definisi) dalam mengidentifikasikan faktor-faktor penentu tersebut dibandingkan studi yang lain, namun kalau diamati lebih dalam, banyak dari faktor-faktor yang diidentifikasi ini mirip atau bersinggungan. Salah-satu model memperlihatkan faktor-faktor seperti gaji, lingkungan atau sarana fisik tempat karyawan tersebut bekerja, hubungan dengan rekan kerja, kepemimpinan, tujuan organisasi dan arti dan tujuan dari pekerjaan, pengembangan karir maupun reputasi organisasi.

Model yang lain mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang dalam bekerja adalah, diperlakukan dengan adil (dalam menerima gaji misalnya), merasa bangga dengan pekerjaan dan organisasi, serta memiliki hubungan, suasana, lingkungan kerja yang baik. Yang menjadi tantangan bagi organisasi adalah: tingkat motivasi, kepuasan karyawan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya tidak akan selalu sama untuk setiap karyawan dan dapat berubah terhadap waktu dan keadaan.

Ketika karyawan baru masuk bekerja, mungkin yang memotivasi adalah gaji dan reputasi organisasi, namun sesuai dengan perjalanan waktu, pengembangan karir dan suasana kerja di kantor yang lebih mendominasi. Menaikkan gaji pegawai terus-menerus, selain akan meningkatkan biaya tetap operasi dari perusahaan, juga tidak menjamin kepuasan kerja karyawan terus-menerus karena adanya faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi.

Dalam kasus Ibu akan membantu bila dengan informasi di atas Ibu tidak saja mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi karyawan Ibu (misalnya melalui berdiskusi, mengamati mereka maupun melihat kelengkapan faktor-faktor di atas di dalam organisasi Ibu), namun juga menggabungkan informasi yang didapatkan dengan potensi karyawan tersebut.

Kalau kedua hal ini digabungkan maka Ibu akan mendapatkan 4 kemungkinan tipe karyawan:

a. Karyawan memiliki potensi dan memiliki motivasi tinggi.

b. Karyawan memiliki potensi, namun memiliki motivasi rendah

c. Karyawan tidak memiliki potensi, namun memiliki motivasi tinggi

d. Karyawan tidak memiliki potensi dan memiliki motivasi rendah

Kondisi ideal adalah memiliki karyawan yang berpotensi dan bermotivasi tinggi (a), dimana Ibu relatif tidak perlu melakukan apa-apa secara khusus, dan cukup menjaga mereka baik-baik. Untuk tipe (b), berarti Ibu perlu mengetahui apa yang membuat karyawan tersebut rendah motivasinya dan mencoba memperbaikinya. Karyawan tipe (c) tidak mudah untuk dikelola, namun Ibu dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang meningkatkan kemampuan mereka. Karyawan tipe (d) relatif akan sulit untuk dipertahankan dan dapat dipertimbangkan untuk tidak perlu dipertahankan, karena selain tidak berpotensi, mereka juga tidak memiliki motivasi untuk bekerja. Sekian dulu dan semoga membantu. Salam.