Are You An Effective Manager?

Beberapa waktu yang lalu, di sela-sela membaca buku One Minute Manager yang cukup inspiratif karya Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson, saya tergerak untuk menanyakan pertanyaan berikut kepada diri saya sendiri sekaligus kepada rekan-rekan sekalian "Are You An Effective Manager?" Tentunya, Anda sendiri yang tahu jawabannya. Namun demikian, ada baiknnya jika kita melihat sedikit lebih jauh tentang menjadi manajer yang efektif di dalam organisasi kita masing-masing.

Acap kita temukan dalam berbagai organisasi bisnis, fenomena seorang atasan atau seorang manajer yang ditakuti oleh bawahannya lantaran sang atasan mempunyai gaya manajemen yang sangat keras dan selalu ingin diikuti pendapatnya tanpa kompromi. Atau, mungkin fenomena sebaliknya di mana seorang atasan yang terlalu banyak kompromi dan tidak dapat mengambil keputusan sehingga kurang mendapat respek dari bawahan.

Seorang manajer yang baik dan efektif dalam konteks sebuah organisasi dituntut untuk tidak menjadi terlalu autocratic atau democratic. Kenneth Blanchard dan Spencer Johnson yang mengulas tentang menjadi seorang manajer yang efektif memperkenalkan pendekatang One Minute Management yang mutlak harus berisikan 3 hal yaitu: Goals, Praisings dan Reprimands.

Berkenaan dengan Goals, manajer yang efektif akan memastikan bahwa orang-orang yang berada dalam koordinasinya paham betul apa yang menjadi visi organisasi dan kemudian menerjemahkannya ke dalam serangkaian sasaran jangka pendek yang harus dicapai oleh semua anggota tim. Seorang bawahan perlu mengetahui dengan jelas apa ekspektasi dari sang manajer terhadapnya untuk dicapai, apa kriteria sukses dari sebuah tugas atau tanggung jawab.

Di dunia HR kita mengenal istilah pengukuran dengan Balanced Scorecard yang selanjutnya tertuang ke dalam beberapa Key Performance Indicator yang seyogyanya menjadi alat ukur kinerja individu dan organisasi secara keseluruhan.

Pada bagian selanjutnya, yaitu Praisings dan Reprimand, manajer yang efektif adalah manajer yang tidak hanya memberi pujian, tapi juga memberikan teguran. Bila bawahan Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa, maka jangan sungkan untuk memberikan pujian. Ini adalah bentuk apresiasi Anda terhadap kinerjanya. Anda salah besar bila ketika Anda melihat hasil yang baik tapi Anda malah berusaha mencari-cari kesalahan lantaran takut tersaingi atau dengan tujuan menunjukkan karisma Anda sebagai seorang manajer.

Sementara itu, bila ternyata bawahan Anda memiliki kinerja yang tidak sesuai dengan sasaran yang sudah disepakati dan dipahami sejak awal, maka Anda juga perlu memberikan teguran kepadanya. Ingat untuk memberikan teguran yang sifatnya diarahkan pada kinerjanya, bukan kepada individu tersebut sebagai pribadi. Serupa dengan ini, dalam konteks HR, kita kenal yang dinamakan Reward dan Punishment. Untuk dapat menjadi efektif, kedua hal ini harus terus jalan bersama, tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Segera setelah Anda tahu prinsip dasar menjadi seorang manajer yang efektif, Anda dapat mulai review kembali yang telah Anda lakukan selama ini. Apakah bawahan Anda paham persis Goals yang harus mereka capai? Bila Anda kurang yakin, pastikanlah! Apakah Anda memberikan Praisings dan Reprimand yang pantas? Bila belum, lakukanlah sekarang. Anda tidak perlu menunggu sampai akhir tahun saat Performance Review.

Salam Transformasi!

(Penulis adalah Transformation Coach & People Development Trainer, mengelola menjung.com)