The TIGERS Team

Tidak ada yang menduga terjadi pembalikan yang demikian cepat atas krisis yang sedang terjadi. Ketika banyak pihak yang meramalkan terjadinya depresi besar, malah yang terjadi percepatan perbaikan yang tak diduga sebelumnya. Padahal ini sebetulnya bukan suatu surprise tapi suatu kejadian yang ‘self fulfilling prophecy’. Semua negara dan usaha bersatu-padu untuk mencegah krisis ke arah depresi, paket stimulus dikembangkan dan diintegrasikan bersama. Masing-masing pihak saling tolong-menolong dan membuat seluruh aktivitas menjadi menyatu walaupun tidak didesain secara integrasi layaknya sebuah organisasi dengan kepemimpinan tunggal.

Tapi fakta itu telah terjadi!

Ketika pembalikan arus terjadi dengan cepat maka yang dulunya persediaan pada tingkat yang mengkhawatirkan karena mengkikis habis modal kerja, dalam kurun waktu kurang dari sembilan bulan persediaan sudah menipis sehingga pelanggan harus menunggu masa produksi selanjutnya. Lebih fatal lagi ketika subkontraktor sudah mengurangi aktivitasnya sehingga untuk kembali ke kapasitas awal membutuhkan waktu peralihan beberapa bulan. Kalau ini terjadi, maka kesempatan untuk mendapat manfaat pada pembalikan ini menjadi sirna.

Kesempatan itu hanya bisa diambil oleh organisasi yang senantiasa menyiapkan team panen yang cepat dan tanggap. Team ini saya sebut sebagai “The TIGERS team”. Kelompok singa yang harus berburu dengan sekejap, kurang dari 2 jam, agar bisa tidur dengan nyenyak 22 jam kemudian. Artinya ini adalah kelompok yang senantiasa melihat kesempatan (opportunistic team) ketika kemungkinan itu terjadi pada kesempatan pertama.

Siapa yang pantas menjadi The TIGERS team ?

Ini adalah kelompok karyawan yang memiliki naluri penyerang dan mampu melihat kesempatan dari kesempitan yang ada sekarang ini. Ini adalah tipe orang yang berpikir pendek, daily basis atau monthly basis atau quarterly basis, yang sering sakit kepala ketika diajak berpikir setahun ke depan. Daya lihatnya sangat terbatas dan sangat rakus untuk segera menggarap potensi yang ada sampai tuntas. Ia adalah pemangsa kesempatan yang jitu. Sangat operasional, memiliki sales-skill yang tinggi. Kemampuan ini diperoleh dari pengalaman atau lebih tepat kalau kita sebut sebagai ‘gut’. Sulit menuangkan teorinya dengan coretan kertas dengan metoda yang sistematis. Kalimatnya acap kali dimulai dari “Feeling saya … atau firasat saya……”. atau kalau yang lebih arogan akan berkata “Pokoknya .. … menurut saya begini”. Tanpa data-data dan analisa yang kompleks tapi mampu membuat kesimpulan yang jelas dan terukur.

Tipe karyawan model begini biasanya tidak diperhatikan oleh team HRD maupun CEO yang memiliki kemampuan konseptual tinggi. Acap kali justru dicemooh karena tidak mampu memberikan presentasi yang memukau. Padahal mereka memiliki serentetan teori di kepalanya yang tak mampu ia tuangkan dalam bentuk sistematika yang sudah ditemukan.

Kalau manusia dengan kapasitas dan talenta jenis ini tidak dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik, perusahaan akan terjebak dengan pendekatan yang teoritis dan sistimatis yang menuntun ke arah jangka menengah dan panjang. Team ini cocok untuk memburu dan menghasilkan Cash Flow jangka sangat pendek yang bisa menolong perusahaan yang sudah kehabisan darah.

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh HRD Team ?

Identifikasi dengan cermat lalu memberi kesempatan untuk terjun di tempat yang perburuannya sangat berat dan kesempatan untuk menang amat tipis. Tempatkan mereka ke daerah yang sulit bagi orang yang memiliki teori segudang. Biarkan mereka berteori dengan caranya sendiri. KPI ditetapkan dengan jelas, mangsalah lima rusa dalam seminggu ini. Caranya serahkan ke mereka dengan pembatasan yang penting yang harus mereka patuhi, bukan menghalalkan segala cara. Misalnya, tetap menghormati GCG, tidak merusak hubungan baik dengan pelanggan lama, tidak melakukan tindakan short cut yang merusak struktur relationship dengan stake holders.

TIGERS Team ini akan menghasilkan usulan yang membuat geleng kepala HRD dan CEO yang tidak mengerti pola pikir TIGERS. Terkam, libas, makan dan selanjutnya nikmati dengan tidur pulas. Tugas pimpinan di atasnyalah yang harus mensinkronkan kegiatan TIGERS TEAM dengan kondisi perusahaan di jangka panjang. Tugas pimpinan di pusat yang akhirnya memutuskan go or no go. Tigers akan mencari kesempatan yang cepat, dan team di pusat yang melihat apakah kesempatan itu boleh diambil. Kesempatan dibuka oleh TIGERS Team dan yang bisa diambil menjadi makanan di putuskan oleh pusat komando.

Kalau kedua team ini bisa berjalan dengan baik, artinya cepat tidak birokratis tapi juga tidak mengorbankan aspek jangka panjang dalam hal QCD maka kombinasi untuk pemanfaatan peluang akan semakin baik.

Ingat happy hour dimana kompetisi sedang kosong itu umurnya sangat pendek. Dan winner takes all. Terlambat sepersekian detik sudah membuat hasil kosong sama sekali. Ini adu cepat dan adu tanggap.

Kalau HRD tidak mampu menangkap kemampuan ini, mereka akan selalu ada, dan akan tetap berkeliaran menggunakan nalurinya untuk ngobyek pekerjaan atau ngobyek kesempatan untuk pihak lain. Apakah anda memiliki TIGERS ?

Penulis adalah Author buku ‘Best Seller’: ‘Built to Bless’ dan buku terbaru ‘Lead to Bless Leader’ Kepemimpinan yang menjamin perusahaan SEJAHTERA dan karyawan BAHAGIA.

Tags: ,