Kumpul Bareng HRD Manager Bali: Seluk Beluk Outsourcing

Kumpul Bareng HRD Manager Bali
” Seluk Beluk Outsourcing

Narasumber: Dewan Pimpinan Pusat ABADI (Asosiasi Bisnis

Alih Daya Indonesia)

Sabtu, 15 Maret 2008, Pukul 08.30 – 12.30

Wita
New Meeting Room Graha Pacific Express (Sekretariat FORUM

SDM BALI)
Jalan Hang Tuah No. 1 – 3, Bundaran Renon Denpasar

Mengupas & Membedah Seluruh

Permasalahan Outsourcing !

Latar Belakang
Outsourcing berasal dari bahasa Inggris yang berarti “alih

daya”. Outsourcing mempunyai nama lain yaitu “contracting

out” merupakan sebuah pemindahan operasi dari satu

perusahaan ke tempat lain. Hal ini biasanya dilakukan

untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan

perhatian kepada hal lain.

Di negara-negara maju seperti Amerika & Eropa, pemanfaatan

Outsourcing sudah sedemikian mengglobal sehingga menjadi

sarana perusahaan untuk lebih berkonsentrasi pada core

businessnya sehingga lebih fokus pada keunggulan produk

servicenya.

Pemanfaatan outsourcing sudah tidak dapat dihindari lagi

oleh perusahaan di Indonesia. Berbagai manfaat dapat

dipetik dari melakukan outsourcing; seperti penghematan

biaya (cost saving), perusahaan bisa memfokuskan kepada

kegiatan utamanya (core business), dan akses kepada sumber

daya (resources) yang tidak dimiliki oleh perusahaan.

Salah satu kunci kesuksesan dari outsource adalah

kesepakatan untuk membuat hubungan jangka panjang (long

term relationship), tidak hanya kepada proyek jangka

dekat. Alasannya sangat sederhana, yaitu outsourcer harus

memahami proses bisnis dari perusahaan. Perusahaan juga

akan menjadi sedikit tergantung kepada outsourcer. Namun

ternyata hal ini tidak mudah dilakukan di Indonesia.

Terlebih-lebih lagi di Indonesia ada banyak masalah dalam

menentukan partner outsourcing ini.

Di institusi milik pemerintah, seperti BUMN, pemilihan

penyedia layanan harus dilakukan dengan melalui tender.

Akibatnya pemenang tender sulit untuk diramalkan. Demikian

pula perpanjangan layanan mungkin harus ditenderkan lagi.

Hubungan baik antara pengguna jasa outsourcing dan

penyedia jasa outsourcing sulit terjadi.

Setelah mengikuti workshop ini para perserta diharapkan

mendapatkan pemahaman yang baik sekaligus kemampuan dalam

menangani outsourcing dalam kapasitasnya sebagai service

provider, service customer serta peluang bisnis baru.

Tujuan dan Manfaat

  • Memperoleh wawasan yang lebih luas tentang

    outsourcing

  • Memahami legalitas daripada outsourcing
  • Mampu mengimplementasikan seluruh kegiatan

    outsourcing di perusahaan baik sebagai service provider,

    service customer maupun peluang bisnis baru

  • Mampu memahami, menganalisa dan mengoptimalkan

    seluruh potensi & keunggulan outsourcing untuk

    profitabilitas perusahaan.

  • Memperoleh kelengkapan kompetensi untuk merancang

    outsourcing sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga

    potensi terjadinya perselisihan dapat dikurangi.

  • Memperoleh tambahan bekal dalam penyelesaian

    masalah outsourcing kerja yang sering dihadapi di

    perusahaan.

Outline
1. Pengertian
2. Landasan Hukum Outsourcing
a. Pemahaman Umum Masalah “Outsourcing”

  • Dasar Hukum Outsourcing
  • Masalah Outsourcing dalam Keputusan Mahkamah

    Konstitusi

  • Outsourcing dalam Pro dan Kontra Revisi

    Undang-undang Ketenagakerjaan

  • Dasar Pertimbangan Memilih Outsourcing
  • Hal-hal positif Cara Outsourcing
  • Kelemahan dan Permasalahan Pelaksanaan

    Outsourcing

  • Contoh-contoh Outsourcing di Indonesia
  • Jenis-jenis Outsourcing Berdasar

    Undang-undang

b. “Outsourcing Pekerjaan” dan “Outsourcing Penyedia Jasa

Pekerja”

  • Dasar Hukum, Batasan dan Dampak Hukumnya
  • Syarat Pekerjaan yang dapat di “Outsourcing”

    kan

  • Kewajiban-kewajiban Perusahaan Pemberi dan

    Penerima Pekerjaan

  • Bentuk dan Syarat Penyerahan Pekerjaan
  • Bentuk Hubungan Kerja Dengan Pekerja, Perlindungan

    dan Syarat Kerja Bagi Pekerja

  • Bentuk Perusahaan Pemberi Pekerjaan dan Penerima

    Pekerjaan Pemborongan serta Pengecualiannya

  • Syarat Perusahaan Penerima Pekerjaan
  • Tanggung Jawab Perusahaan Penerima Pekerjaan yang

    Tidak Berbadan Hukum

  • Persyaratan Penyerahan Sebagian Pekerjaan Oleh

    Perusahaan Penerima Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain (Sub

    Kontraktor)

3. Implementasi Outsourcing
a. Proses Outsourcing :

  • – Pertimbangan Cost Analysis Outsourcing
  • – Menetapkan kegiatan perusahaan untuk di

    “Outsourcing” kan

  • Implementasi dan Siklus Outsourcing
  • Masalah Utama Dalam Implementasi Outsourcing
  • Rujukan Vendor Perusahaan Outsourcing
  • Penyebab Kegagalan Program Outsourcing
  • Penyebab Kesuksesan Program Outsourcing
  • Jaminan kelancaran pekerjaan/Service Level

    Agreement (SLA), (pengertian; pendekatan; konteks;

    bagian))

b. Teknis Merancang Perjanjian (Kontrak):

  • Asas-asas Hukum Perjanjian
  • Pola Umum Perjanjian
  • Unsur-unsur Perjanjian
  • Penyusunan Redaksional Perjanjian

c. Menyusun Kerangka Perjanjian Kerja :

  • Pasal-pasal yang Diwajibkan Undang-undang
  • Pasal-pasal yang Melengkapi
  • Pasal-pasal Khusus/Spesifik
  • Bea Meterai Perjanjian Kerja

d. Menyusun Kerangka Perjanjian Pemborongan

  • Pasal-pasal Spesifik yang Diwajibkan

    Undang-undang

  • Pasal-pasal Umum Perjanjian Pemborongan

e. Menyusun Kerangka Service Level Agreement

  • Lingkup Kerja
  • Service Level
  • Aturan Main dan Pertanggunganjawab
  • Prosedur Pelaporan

Investasi
Rp. 75.000,- / peserta
Wajib Transfer/ via ATM
BCA Teuku Umar
No. Rek 7680102869

Pendaftaran

Arman: 0818 565 234
Mery: 0361 – 8059590
Email: forum_sdm@yahoo.com
Form Pendaftaran & Bukti Transfer Wajib FAX ke 0361 –

227535