IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT

MENARA KADIN LEARNING CENTER

Presents:
A-Two day Practical Training
IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT

17-18 Maret 2011
Jakarta, Menara kadin Lt 24

Mengapa Knowledge Management (KM)?

Skenario 1: Ada tugas yang perlu dilakukan. Tugas ini sudah pernah diselesaikan dengan baik oleh orang lain dalam organisasi yang sama. Pegawai yang bertugas mengerjakan tugas kali ini tidak mengetahui bahwa tugas sudah pernah dilakukan, sehingga mereka memulai dari awal. Penyelesaian tugas memakan waktu lebih lama dari seharusnya

Skenario 2:
Seorang pegawai membuat kesalahan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Dua minggu kemudian, di cabang lain, seorang pegawai lain membuat kesalahan yang sama. Kini kerugian menjadi dua kali lipat.
Saat Anda ingin mengetahui apa yang diketahui dalam seluruh organisasi, Anda membutuhkan Knowledge Management.

Skenario 3: Seorang pegawai masuk ke dalam perusahaan. Dia bekerja selama 25 tahun, kemudian pensiun atau berpindah ke perusahaan lain. Pegawai lain tidak tahu cara melaksanakan pekerjaan si pegawai lama secara efektif. Mempekerjakan pegawai baru dan pemberian latihan akan memakan waktu dan biaya terlalu lama.
Saat terjadi Knowledge Walkout, Anda membutuhkan Knowledge Management untuk menyimpan dan menahan pengetahuan.

Skenario 4: Perusahaan hendak melaksanakan sebuah tender bisnis, tapi bisnis atau layanan ternyata dianggap ketinggalan dibandingkan perusahaan lain.
Saat produk, jasa atau kompetensi pegawai perusahaan perlu dikembangkan, Anda membutuhkan Knowledge Management.

Skenario 5: Perusahaan tidak dapat, dengan cara apapun, mengalahkan pemimpin pasar (market leader) dari segi penyediaan produk dan jasa.
Saat kuantitas dan kualitas Inovasi perlu ditingkatkan, Anda membutuhkan Knowledge Management.

Knowledge Management Framework
Kerangka kerja dalam Knowledge Management terdiri dari tiga elemen utama, yaitu:
• People: pengembangan budaya dan lingkungan yang kondusif dan efektif dalam berbagi pengetahuan
• Process: metode berbagi pengetahuan dan penanaman dalam proses pekerjaan sehari-hari
• Technology: infrastruktur dalam aktivitas berbagi pengetahuan, seperti kolaborasi atau penarikan & penyimpanan pengetahuan

Bentuk implementasi KM dalam sebuah Organisasi akan tergantung dari jenis kebutuhan KM dalam Organisasi tersebut. Pertanyaannya adalah: “Bagaimana KM dapat membantu kami melaksanakan tugas sehari-hari?”

Dalam membentuk sebuah Rencana KM yang akan menjawab pertanyaan di atas, terdapat 4 pertanyaan yang perlu dijawab:
1. Apakah tujuan bisnis dari Perusahaan / Organisasi?
2. Apa saja aktivitas utama yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut?
3. Apa saja Pengetahuan Penting (critical knowledge) yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas tersebut? Dimanakah Pengetahuan Penting tersebut berada di dalam Perusahaan?
4. Apa cara terbaik untuk mengelola Pengetahuan tersebut?

Training Implementasi Knowledge Management akan memberikan penjelasan lebih dalam mengenai Knowledge Management, Kerangka Kerja Implementasi KM, dan Rencana KM
yang dapat diaplikasikan di perusahaan Anda.

Investment Fee:

Rp 3.500.000 / peserta

Fasilitator:
Bambang Setiarso

Bambang Setiarso adalah praktisi knowledge management lulusan Monash University, Australia. Beliau merupakan kandidat doktor di bidang knowledge management. Berbagai makalah dan tulisan Bambang telah dipresentasikan dalam berbagai forum knowledge management nasional dan internasional. Dalam Knowledge Management International Conference dan Exhibition, Kuala Lumpur, 2006, Bambang membawakan makalah Knowledge Sharing with a New Dimension. Tahun 2005, Bambang menyajikan makalah berjudul Knowledge Sharing in Indonesia Research Center: Models & Mechanism dalam The 9 th World Multi Conference on Systemics, Cybernetics & Informatics di Orlando, Florida, USA. Selain itu, pada tahun yang sama, menyampaikan makalah Knowledge Sharing in Organization: Model & Mechanism dalam Conference Positioning Services toward Organizational Excellence, Petronas, Malaysia.

Selain mengimplementasikan Knowledge Management di LIPI, Bambang juga banyak diundang menjadi konsultan dan pembicara oleh organisasi usaha dan pendidikan di Indonesia, seperti Bank Mandiri, ITB, Universitas Trisakti, dan Universitas Gunadarma. Keahlian dan pengalamannya akan sangat membantu peserta training untuk memahami faktor kunci dalam implementasi knowledge management.