A,B,C INDUSTRIAL RELATIONS DAN LANGKAH BIJAK MEMBANGUN HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG PRODUKTIF DI PERUSAHAAN

Bina Manajemen Indonesia Menyelenggarakan

A,B,C INDUSTRIAL RELATIONS DAN LANGKAH BIJAK MEMBANGUN HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG PRODUKTIF DI PERUSAHAAN


Jadwal & Lokasi :

Selasa, 11-05-2010 – Rabu, 12-05-2010
Harris Hotel Tebet / The Park Lane Hotel Casablanca

BONUS ! ! SOUVENIR DAN DOOR PRIZE MENARIK :


Who should attend ?

Staff Industrial Relations/Hubungan Industrial, HR Manager, Aktivis SP, Operation Manager, Engineering, Maintenance, Finance & Accounting.

Course Leader :
SAIFUDIN BACHRUN
Saifudin Bachrun got academic for Chemical Analysis of Department of Industry Republic of Indonesia Bogor. He also graduated from Institute of Industrial Management Department of Industry Republic of Indonesia. He also one of founder of Indonesian Industrial Relation Association.
Mr. Saifudin has more 25 years experience in Personnel Management, Human Resources Department and Industrial Relations area. Working in various positions with multinational companies such as: PT. Amoco Mitsui, PT.MATTEL Indonesia, PT.CABOT Indonesia, PT. Maxus Southeast Sumatra, oil company as Head of HR Planning and Development.
He received many reward from companies such as: Mattell Inc. CEO (Head Quarter at El Segundo, California, USA) on Crisis Management, the Best Cabot Worldwide Employee Role Model from Cabot CEO, Boston, USA.

Training Description :

Peraturan Pemerintah dibidang ketenagakerjaan dari waktu ke waktu terus dikeluarkan sesui dengan tuntutan keadaan. Adanya peraturan pemerintah yang selalu diperbaiki keadaan ketenaga-kerjaan di Indonesia akan bertambah baik dalam arti adanya kejelasan dan kepastian hukum.
Sebaliknya dengan dikeluarkannya kebijakan aturan normatif yang tidak jelas dapat menimbulkan multi tafsir, baik oleh Pengusaha maupun Pekerja, dan dapat menimbulkan potensi konflik antara pengusaha dan pkerja.

Perkembangan Hubungan Industrial dewasa ini banyak tantangannya. Perubahan keadaan karena globalisasi, reformasi yang meliputi kebebasan berserikat, pelaksanaan HAM, supremasi hukum, otonomi daerah, penerapan standar ketenagakerjaan internasional, infra struktur dan iklim investasi, ikut mengubah pola hubungan industrial, khususnya perubahan perilaku dan sikap yang menyangkut banyak aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, politik dan upaya peningkatan kesejahteraan.

Menghadapi kenyataan ini, para praktisi Hubungan Industrial dituntut untuk lebih sinergis dan cepat beradaptasi dengan kondisi nasional dan lingkungan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk menciptakan adanya Hubungan Industrial yang kondusif untuk peningkatan produktivitas perusahaan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana hal tersebud dapat diwujudkan? Kecakapan para pelaku sangat menentukan.

Outline :
*Stake holders perusahaan
*Peran dan fungsi Personnel /HR: Support, Service, Advice, dan Control
*Type dari Industri
*Management cycle dan HR
*Strategic Planning untuk Industrial Relations/ Hubungan Industrial
*Alat dari Hubungan Industrial
*Undang-undang No. 21/ 2000, 13/ 2003, 4/2004 dan Peraturan Pemerintah
*Hubungan Kerja
*Outsourcing
*Prosedur Keluh kesah
*Tindakan disiplin
*PHK dan jenis perselisihan
*Pengaruh Kompensasi terhadap Hubungan Industrial
*Badan Kerjasama bipartite
*Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama
*Employee Communication
*Serikat Buruh/Pekerja: bermanfaat atau merepotkan Perusahaan? Bagaimana Apindo dan Peran Depnaker/Disnaker?
*Menyusun Sarana untuk membangun Hubungan Industrial yang baik beserta KPInya
*Keranjang Issues dan Concerns dalam hubungan Industrial

Fee/Investasi :
Rp 3.150.000,- (Full Fare)