Ubah Cara Pikir Karyawan atas Pekerjaan Tingkatkan Engagement

Semua praktisi HR tentu paham benar bahwa para karyawan yang “engaged” dan “committed” merupakan sumber produktivitas perusahaan. Namun, pernahkan Anda berpikir, bagaimana membuat karyawan lebih “engaged” dan “committed” dengan cara yang tak biasa?
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh kalangan akademisi Universitas Alberta, Kananda menemukan bahwa mengubah cara berpikir karyawan mengenai pekerjaan mereka bisa meningkatkan engagement dan commitment mereka.
Menurut hasil riset tersebut, mendorong karyawan untuk memikirkan kembali pekerjaan mereka dan mendapatkan kembali kepekaan atas tujuan dari pekerjaan tersebut (yang sering “hilang” karena kesibukan meeting, proyek dan dikejar deadline), bisa meningkatkan semangat kerja secara signifikan.
Ditemukan bahwa perusahaan yang berhasil mendorong karyawan untuk mengubah “mind set” mereka menuai hasil yang menggembirakan: 60% perusahaan meningkat dalam angka kehadiran karyawan, dan 75% meningkat dalam retensi.
Studi dilakukan dengan menguji coba dua kelompok karyawan, yang pertama terdiri 24 orang dan kedua berisi 34 orang, dengan diberi program dan perlakuan yang berbeda. Hasilnya, seperti dipublikasikan dalam Journal of Gerontological Nursing, cukup mengejutkan.
“Kami menemukan bahwa orang yang mampu menemukan makna dan tujuan dalam pekerjaan mereka, dan tahu bagaimana berbuat sesuatu yang berbeda melalui pekerjaan itu, lebih sehat, lebih puas dan lebih produktif,” simpul penulis laporan hasil penelitian tersebut Val Kinjerski.
Pada grup yang diintervensi, ditemukan 23% meningkat (kinerja mereka) dalam teamwork, sementara kepuasan terhadap pekerjaan meningkat pada satu dari 10 karyawan. Ditemukan juga, 17% meningkat dalam semangat kerja.
Setelah masa percobaan itu, biaya yang dikeluarkan perusahaan terkait dengan absensi karyawan turun drastis dalam 5 bulan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Karyawan juga tampak meningkat dalam “interest” dan fokus terhadap customer.
“Mereka benar-benar memiliki kepekaan, untuk apa berada di perusahaan, yakni untuk melayani klien. Kesadaran semacam itu sangat penting bagi semua jenis pekerjaan, namun dalam area-area tertentu yang memang berkaitan dengan jasa layanan publik, itu terasa semakin penting,” ujar Kinjerski.

Tags: ,