Tunjangan Pensiun Prioritas Utama Karyawan, Bukan Pengusaha

Memiliki tabungan dana yang cukup untuk menghadapi masa pensiun merupakan concern utama semua karyawan. Sayangnya, hal yang sama tidak menjadi concern utama bagi kaum pengusaha. Demikian menurut hasil survei terbaru yang dilakukan Deloitte Consulting di Amerika Serikat.

Sebesar 56% karyawan yang ditanya dalam survei tahunan bertajuk Top Five Rewards Priorities Survey for 2007 itu mengatakan, tabungan yang memadai untuk pensiun dan perawatan kesehatan pasca-pensiun menjadi perhatian pertama mereka.

Namun, hal yang ironis terjadi ketika responden yang sama yang sebagian besar kalangan manajer benefit pada perusahaan diminta bertindak sebagai pimpinan perusahaan. Hanya 25% yang mengatakan bahwa memastikan karyawan memiliki dana pensiun cukup termasuk dalam lima besar prioritas mereka.

Hanya satu persen yang menempatkan hal itu sebagai prioritas nomer satu.
Pada sisi lain, menariknya, seolah mengimbangi respon-respon di atas, lebih dari separo pengusaha mengaku sedang melakukan perubahan pada rencana-rencana tunjangan pensiun. Sebesar 62% dari mereka itu mengatakan tengah mengembangkan perangkat-perangkat yang lebih baik untuk membentuk karyawan menabung dana pensiun.

Direktur Deloitte Consulting Dick Kleinert mengaku terkejut bahwa kaum pengusaha tidak menempatkan tunjangan dana pensiun karyawan sebagai prioritas utama. “Dugaan saya, mereka sebenarnya menyadari pentingnya hal itu, tapi tampaknya mereka melakukan sesuatu secara implisit yang arahnya menuju ke sana. Mereka perlu membuat itu jadi eksplisit,” kata dia.

Kleinert juga mengingatkan perlunya kaum pengusaha untuk menunjukkan upaya yang lebih serius dalam program-program tunjangan dana pensiun mereka. Tak kalah penting juga, mereka harus mengkomunikasikannya sehingga karyawan memahami benefit yang ada dan menghargainya.

Tags: