Tiga Tantangan HR dalam 3 Tahun ke Depan

Sedikitnya ada tiga tantangan yang harus dihadapi para profesional di bidang HR di Indonesia dalam tiga tahun ke depan. Yakni, mengelola perubahan, mengembangkan kepemimpinan dan menjadi mitra strategis bagi bisnis.

Hal itu dikemukakan oleh Managing Director SRI Indonesia Farina Pane dalam perbincangan dengan PortalHR.com di Jakarta. “HR ke depan harus punya kemampuan dalam change management, bagaimana membuat karyawan memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada perubahan dan mengelolanya, bukannya justru terlempar dari perubahan itu,” papar dia.

Selain masalah change management, tantangan besar HR di Indonesia menurut Farina bertumpu pada leadership development. “Kenapa faktor ini jadi tantangan? Karena banyak perusahan belum punya program yang efektif, terstandarisasi dan terbukti bahwa jalur karier seseorang dari level bawah bisa naik menjadi pemimpin yang handal.”

Sedangkan untuk tantangan ketiga, menjadi strategic business partner, Farina menjelaskan, HR harus mampu mengukur aktivitasnya dan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai administrasi personal.

“Diperlukan banyak pelatihan untuk membuat orang sadar bahwa perusahaan harus punya program terstruktur untuk menghadapi perubahan. Misalnya dengan banyaknya merger, terjadi perubahan budaya yang harus dikelola,” kata dia.

Kuncinya, menurut mantan Direktur HR Ernst&Young itu, HR harus proaktif dan punya konfiden. “Ambil bahwa ini tangung jawab, bukan karena diminta atau CEO-nya belum ngomong, dan harus punya konfiden untuk memberikan rekomen-rekomen kepada CEO.”
Disadari bahwa tuntutan bagi HR untuk menjadi mitra strategis CEO selalu mendatangkan perdebatan tentang siapa yang harus lebih dulu berinisatif. “Harus ada yang mulai.

Pilihannya hanya dua, mau menunggu atau kehilangan momentum. Ini masalah pilihan, HR mau memilih yang mana?” Bagi Farina jawabannya sudah jelas, “Take that first step, ambilah itu, jangan menunggu.”

Tags: