Tiga Kunci Utama Mengikat Karyawan

Membuat dan mempertahankan karyawan agar terus merasa terikat dengan perusahaan barangkali telah lama menjadi salah satu masalah terbesar kebanyakan pengusaha. Padahal, menurut sebuah survei, hanya perlu tiga kata kunci untuk menyederhanakan usaha tersebut. Yakni, keteladanan pemimpin, kemauan atasan untuk mendengar dan ketersediaan kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.

Resep itu disarikan dari perusahaan-perusahaan yang dipilih sebagai tempat kerja terbaik oleh karyawan mereka. Jajak pendapat dilakukan atas 100 ribu karyawan dari 434 perusahaan di Inggris dengan 273 di antaranya telah terakreditasi tahun ini. Ditemukan, 4 dari 5 karyawan yang bekerja di perusahaan yang terakreditasi itu “sangat merekomendasikan” perusahaan mereka kepada orang lain.

Sebagai bandingan, pada perusahaan yang non-akreditasi, hasilnya di bawah 2 dari 3.
Elemen utama yang membedakannya tak lain karena jajaran manajer pada perusahaan terakreditasi memiliki respek yang tinggi terhadap karyawan. Lebih dari tiga perempat karyawan yang bekerja di perusahaan terakreditasi percaya pada kemampuan kepemimpinan para atasan berbanding 60% pada perusahaan non-akreditasi.

Jajaran manajer di perusahaan-perusahaan terakreditasi juga lebih siap mendengar karyawan mereka. Menurut survei, mayoritas karyawan -dua pertiga- merasa para manajer senior mereka benar-benar mendengarkan mereka ketimbang sekedar memerintah.

Pada perusahaan non-akreditas, hampir berkebalikan, hasilnya hanya sepertiga atau 39%.
Kesempatan Terbatas Hanya seperempat karyawan pada perusahaan terakreditasi yang merasa kesempatan bagi mereka untuk belajar dan berkembang dalam organisasi terbatas. Angka tersebut berbanding dengan hampir 4 dari 10 pada perusahaan non-akreditasi.

Mayoritas karyawan yang bekerja pada perusahaan terakreditasi 86% percaya bahwa atasan mereka telah melakukan yang terbaik untuk membantu mereka. Dan, 8 dari 10 merasa kontribusi mereka dihargai.

Lebih jauh, riset mengungkap bahwa 9 dari 10 karyawan pada perusahaan terakreditasi mengaku bangga bekerja di situ. Perasaan yang sama diakui oleh hanya dua pertiga karyawan pada perusahaan non-akreditasi.

Fakta yang cukup mengkhawatirkan bagi pihak pengusaha, hampir 3 dari 10 karyawan pada perusahaan non-akreditasi mengatakan, mereka akan meninggalkan perusahaan begitu mendapatkan pekerjaan baru yang lebih sesuai.

Kepala riset Pete Bradon mengingatkan, hal itu merupakan peringatan penting bagi kalangan pengusaha. “Ketika umumnya karyawan di zaman sekarang selalu memikirkan kemungkinan pindah kerja, pengusaha tak pelak lagi harus terus-menerus meningkatkan usaha-usaha untuk meretensi mereka,” kata dia.

Tags: