Tak Ada PHK di Microsoft Indonesia

Gelombang PHK yang melanda karyawan Microsoft di Amerika Serikat membuat karyawan perusahaan yang sama di Indonesia was-was. Manajemen Microsoft Indonesia pun mengambil langkah sigap menenangkan karyawan. Public Relations Manager Microsoft Indonesia Mona Monika mengungkapkan, sehari setelah kabar PHK ribuan karyawan Microsoft sampai di kantornya, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Tony Chen langsung mengadakan pertemuan dengan para karyawan.

“Dalam pertemuan tersebut Pak Tony memastikan bahwa Microsoft Indonesia belum terkena dampak gelombang PHK ini,” ujar Mona kepada sejumlah wartawan di sela media gathering Microsoft di Bandung, 28-29 Januari 2009. Menurut Mona, bisnis Microsoft di Indonesia saat ini masih tergolong cukup baik. Ditambahkan, pemangkasan sekitar 5000 karyawan raksasa produsen software itu seluruhnya dilakukan hanya untuk di Amerika Serikat. “Jadi tidak merambah negara lain,” kata Mona seperti dikutip detikcom.

PHK besar-besaran telah membayangi Microsoft sejak memasuki tahun 2009 menyusul melesetnya target keuntungan perusahaan akibat krisi global. Prediksi ini akhirnya menjadi kenyataan ketika pertengahan Januari Microsoft secara resmi mengumumkan PHK atas 5000 karyawannya. Lambatnya aktivitas ekonomi disebut-sebut sebagai alasan yang memaksa perusahaan “bertindak cepat untuk menekan struktur ongkos dan mengurangi imbas krisis”.

Menurut Chief Financial Officer Microsoft Chris Liddel, PHK bertujuan untuk menghemat biaya perusahaan sampai 1,5 miliar dolar AS per tahun. PHK kali ini merupakan yang terbesar dan pertama kalinya sejak perusahaan itu didirikan pada 1975. Langkah PHK terpaksa ditempuh karena anjloknya pendapatan kuartal kedua tahun fiskal Microsoft. Hal ini dipicu anjloknya penjualan di segmen Windows sebesar 8 persen. Sementara, penjualan software Office hanya naik 1 persen dan penjualan unit game yang membidani Xbox hanya naik 3 persen.

Karena krisis ekonomi diperkirakan baru akan pulih dalam waktu yang lama, pendapatan Microsoft diprediksi tetap anjlok di kuartal berikutnya. “Meski kami tidak kebal terhadap efek ekonomi, saya percaya diri dengan kekuatan portofolio produk kami,” kata CEO Microsoft Steve Ballmer.

Microsoft Indonesia memiliki 200 karyawan dan pada 2009 ini menetapkan untuk menggalakkan program ‘Microsoft Cost Effective Campaign’. “Karena kami melihat kondisi krisis ini sebagai sebuah peluang, dengan menawarkan produk yang bisa lebih mengetatkan anggaran perusahaan,” tandas Mona.

Tags: ,