Rekrutmen Online Ciptakan Generasi

Maraknya situs-situs internet penyedia jasa rekrutmen telah menciptakan generasi yang gemar flirting pekerjaan. Loyalitas mereka terhadap pengusaha cepat hilang dan selalu mencari kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Kendati mengaku bangga dan puas terhadap posisi mereka saat ini, sebuah survei baru atas 1000 orang karyawan di Inggris menemukan bahwa, sebagian dari mereka selalu mencari kesempatan dan perusahaan baru yang memberi pekerjaan yang lebih menarik.
Survei yang dilakukan oleh perusahaan staffing Adecco tersebut menemukan, meskipun faktanya 9 dari 10 karyawan percaya bahwa mereka akan berada dalam pekerjaan yang sama sampai 12 bulan ke depan, namun 4 dari 10 masih mengirimkan lamaran atau mendaftarkan diri pada agen rekrutmen dalam setahun terakhir.

Hasil survei juga menggarisbawahi adanya hubungan yang kuat antara employer engagement dan sifat dasar pekerjaan, serta antara lingkungan kerja dan kemantapan pekerjaan.

Semakin Kritis

Kaum pekerja semakin kritis mengenai apa yang mereka cari dalam hubungan kerja baru dan terus-menerus berusaha menemukan perusahaan yang bisa memberi mereka yang terbaik.

Yang menarik untuk dicermati, uang tidak selalu menjadi prioritas utama. Mereka lebih mencari pekerjaan yang lebih menarik dan menantang, dengan lingkungan kerja yang ramah dan menyenangkan. Di samping, tentu saja, kenaikan gaji secara reguler.

“Kami melihat tingginya angka pekerja di Inggris yang ‘selalu melihat kanan-kiri’ untuk berburu pekerjaan (baru). Dalam kompetisi pasar yang makin kompetitif, karyawan sadar bahwa meskipun merasa puas dan termotivasi pada posisi mereka sekarang, mereka tetap merasa perlu untuk menjaga radarnya guna mengendus kesempatan-kesempatan baru,” kata Managing Director of Adecco Steven Kirkpatrick.

Riset memperlihatkan bahwa 6 dari 10 karyawan memanfaatkan internet untuk mencari kesempatan-kesempatan baru itu. “Internet telah melahirkan generasi baru ‘penjual karir’,” ujar Kirkpatrick sambil menyimpulkan bahwa di masa lalu, para pencari kerja lebih pasif dalam usaha menemukan pekerjaan yang paling sesuai dengan keinginan. “Tapi, kini kita melihat mereka lebih proaktif,” tambah dia seperti dilaporkan management-issues.com.

Antisipasi

Lalu, dengan kondisi aktivitas pencarian kerja yang tinggi semacam itu, apa yang bisa dilakukan oleh kalangan bisnis untuk mengantisipasi agar fenomena flirting pekerjaan itu tidak berlanjut menjadi “affair berseri” yang berakhir pada  “perceraian” yang cepat?
Jawaban yang diberikan oleh survei ini tak lain bagaimana perusahaan bisa menjaga janji-janji dan komitmennya akan penghargaan pada karyawan yang prospektif. Sebab, ketika seorang karyawan mengaku loyal (pada perusahaan), mereka berharap akan mendapatkan timbal-balik yang sepadan.

Survei menyatakan bahwa organisasi perlu meyakinkan bahwa sifat dasar semua pekerjaan itu sama sampai kapan pun juga, yakni memberikan lingkungan kerja yang menyenangkan dan meningkatkan kemantapan kerja yang nyata.

“Jika perusahaan bekerja keras dan menyediakan lingkungan kerja yang menantang, maka perusahaan tidak hanya akan mampu mempertahankan karyawan yang dimilikinya, tapi juga menarik tenaga kerja prospektif yang terbaik,” tegas Kirkpatrick.

Tags: ,