Plantronics Terapkan Konsep Bekerja dari Rumah

Era teknologi memang merubah banyak hal. Salah satunya kemudahan bekerja dari mana saja tanpa terikat harus masuk kantor. Seberapa menarikkan ide ini untuk Anda?

ADALAH Plantronics – produsen headset  ternama di Amerika Serikat yang berani menerapkan kebijakan nyentrik buat para karyawannya.  Manajemen perusahaan bahkan tidak banyak peduli di mana karyawannya bekerja. Untuk membuktikan komitmennya tersebut, di kantor barunya yang terkesan mewah, telah dihadirkan kantor dengan konsep telecommuting simple, easy, and encouraged.

Plantronics, seperti dilansir fastcoexist.com memiliki markas baru yang mengilap di Santa Cruz, California. Menariknya, sebagian besar karyawannya mungkin tidak akan menghabiskan waktu terlalu banyak di sana. Justru, banyak ruangan yang sengaja dirancang agar orang-orang untuk tidak datang ke kantor. Tidak ada meja yang cukup untuk menampung seluruh stafnya.

Plantronics, yang bisnis utamanya membuat headset nirkabel, sudah memiliki kantor di Eropa yang telah membuat beralih ke lingkungan kerja yang lebih fleksibel. ” Kami ingin menjadi lebih terbuka untuk bekerja cerdas, di mana saja dan kapan saja serta mendukung kampanye pemerintah Eropa untuk mengurangi carbon footprint,” jelas Patricia Wadors, Senior Vice President of Human Resources at Plantronics.

Minggu lalu, Plantronics secara resmi membuka markas di Santa Cruz yang tidak memiliki banyak meja. Kalau pun ada, paling banter hanya menampung 60% sampai 70% dari karyawan, dan melengkapi dengan sejumlah layar TV raksasa di dinding, yang dimaksudkan untuk membawa telecommuters ke dalam percakapan kantor. Layar gede ini terdapat hampir di setiap ruangan, termasuk di kafetaria.

Ada space untuk video chat rooms, ada ruangan “fokus” yang dirancang untuk privasi, serta dilengkapi team project rooms. Karyawan yang tidak nyaman bekerja di warung kopi atau di rumah dapat memilih untuk menggunakan spot khusus Plantronics di ruang NextSpace coworking di San Jose.

“Ada harapan bahwa Anda dapat bekerja di mana saja dan menjadi sangat produktif dan begitu terlibat,” kata Wadors. Kantor baru dibuka seminggu lalu, tapi “serombongan awal karyawan yang berjalan melalui ruangan dan mulai mencoba untuk duduk di ruang kerja terlihat menyukainya,” imbuh Wadors.

Konsep Plantronics yang mendorong karyawannya untuk telecommute, tentu saja masih langka ditemukan di sebuah organisasi yang sangat mendedikasikan dan menerapkan ide tersebut. Plantronics melihat mungkin hanya diperlukan sedikit penyesuaian yang digunakan orang untuk duduk dan bekerja sepanjang hari, tapi tidak bisa dipungkiri para generasi yang baru saja keluar dari sekolah akan segera masuk, dan mereka ini adalah generasi yang sudah terbiasa memiliki akses cepat ke jaringannya melalui ponsel, Skype, dan email, yang bahkan tidak bisa lepas sedikit pun.

Dengan harga gas yang terus naik, prospek bekerja jarak jauh tiga hari seminggu tampaknya sangat menarik. Dan Plantronics tidak memiliki batas pada seberapa sering karyawan bekerja dari rumah, mereka hanya ingin memastikan bahwa tempat kerja karyawannya di rumah tergolong aman, nyaman dan ergonomis. Pertanyaan menarik, akankah Plantronics menyiapkan rencana ke level berikutnya dengan membawa robot TelePresence? “Saya belum melihat ke dalamnya,” kata Wadors sambil meneruskan, “Tapi saya pikir saya harus.”

Sekadar informasi, Plantronics baru saja berulang tahun yang ke-50. Perjalanan panjang Plantronics  dimulai pada 1961 ketika ada dua orang pilot ingin mencoba terobosan baru dalam komunikasi pernerbangan komersial. Produk Courtney Graham dan Keith Larkin ini dibuat di sebuah garasi kecil di Santa Cruz.

Nama Plantronics makin dikenal ketika ia mencipatakan headset pertama di luar angkasa. Astronot Wally Schirra memilih untuk menggunakan MS50 untuk sebuah misi Merkurius, menjajal produk Plantronics yang mengadaptasi model ringan untuk digunakan di dalam helmnya. Plantronics membuat sejarah ketika Neil Amstrong berjalan di bulan dan mengucapkan kata-kata legendaris: ” That’s one small step for man, one giant leap for mankind” melalui headset Plantronics.

Plantronics booming ketika untuk pertama kalinya berdiri call center headset pada 1983. Dikenal sebagai Supra StarSet, menjadikan Plantronics sangat populer sehingga dalam waktu dua tahun setelahnya, tercatat sebagai setengah dari seluruh penjualan Plantronics, sekaligus menjadi headset pilihan dalam call center di seluruh dunia.

Pada tahun 90-an, Plantronics disibukkan untuk mengikuti perubahan lingkungan bisnis yang lebih dinamins dengan mengenalkan konsep ultra-lightweight, in-the-ear models. Model baru ini membuat para pekerja bebas bergerak dalam hal berkomunikasi. Terobosan menyempurnakan headset terus dilakukan hingga melebar dan masuk ke area multimedia, game dan telepon internet dengan ciri khas cordless, hands-free, dan futuristic design. Puncaknya, lambang teknologi desain dan headset Plantronics menyabet penghargaan Voyager PRO pada 2009. (rudi@portalhr.com/ @erkoes)

 

Tags: