Pekerjaan Full-time Semakin Jarang

Krisis ekonomi global telah membuat semakin banyak perusahaan mengubah strategi dalam kontrak kerja dengan karyawan. Eve Tahmincioglu dari Life Inc belum lama ini melaporkan bahwa pekerjaan full time kini semakin sulit dicari.

Menurut Eve, semakin banyak pekerja yang terdesak dan terpaksa menerima pekerjaan part time karena kondisi ekonomi. Data bulan Mei yang lalu juga menunjukkan peningkatan angka pengangguran di Amerika.

Ada dua tipe pekerja yang terpaksa menerima pekerjaan part time, yaitu mereka yang bekerja semakin sedikit waktunya karena terkena pemotongan jam kerja oleh perusahaan karena kondisi bisnis, dan mereka yang memang tidak mampu menemukan pekerjaan full time.

Sejak resesi dimulai tahun 2008, jumlah pekerja part time karena tidak dapat menemukan posisi full time meningkat 117 persen, menurut riset Economic Policy Institute.

Perusahaan tidak lagi bersedia menerima banyak pekerja dalam situasi ekonomi seperti saat ini, walaupun mereka mulai melihat tanda-tanda perbaikan.

“Perusahaan enggan menambahkan pekerja permanen dan mereka mencari cara-cara inovatif untuk merespon pada kondisi bisnis,” komentar Craig Rowley, vice president Hay Group.

Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana mereka merespon pada peningkatan sales tanpa menambahkan pengeluaran tetap seperti karyawan permanen? “Mereka mencari jawaban pada pekerja temporer dan semakin banyak mempekerjakan pekerja part time,” ujar Rowley.

Menurut Rowley walaupun perusahaan akan menambah lebih banyak pekerja full time ketika ekonomi mulai membaik, saat ini dunia kerja akan bergeser pada model just in time. “Mereka mencari tenaga kerja yang lebih fleksibel”, katanya, terutama di bidang ritel dan kesehatan.

Tags: , , ,