Outsourcing itu Legal, Sah dan Halal

Di tengah adanya penolakan dari sebagian kelompok karyawan terhadap praktik outsourcing (alih daya), sebuah organisasi baru yang menamakan diri Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) menggelar Outsourcing Summit. Dalam kesempatan tersebut, mereka menegaskan bahwa outsourcing itu legal, sah dan halal.

ABADI merupakan kumpulan 20-an perusahaan penyedia jasa outsourcing yang didirikan pada 29 Mei 2007. Sedangkan acara Outsourcing Summit itu sendiri berupa seminar sehari yang membahas isu-isu seputar praktik alih daya secara luas dalam dunia bisnis di Indonesia, yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (5/9/07).

Di sela seminar, ABADI menggelar jumpa pers dan untuk pertama kalinya mengumumkan keberadaannya di hadapan publik. Menurut Ketua Umum Abadi Iftida Yasar, dengan bersatu dalam asosiasi, diharapkan perusahaan-perusahaan penyedia jasa outsourcing dapat lebih nyata dan signifikan membantu memperluas kesempatan kerja.

“Masing-masing anggota kami memiliki pegawai outsourcing antara 2000 hingga 5000 orang. Jika dirata-rata, maka setidaknya 60 ribaun tenaga kerja terserap hanya dari lingkungan ABADI saja,” papar Iftida memberikan ilustrasi.

Menanggapi masih adanya penolakan yang cukup keras dari serikat pekerja tertentu terhadap outsourcing yang mereka anggap sebagai perbudakan modern, Sekjen ABADI Sapto Satrioyudo menegaskan, outsourcing merupakan tren global yang tak bisa dihindari sebagai bagian dari kebutuhan industri.

“Dalam era persaingan ketat dan perubahan yang cepat, perusahaan dituntut untuk selalu meningkatkan kinerjanya, nah salah satu tool untuk itu adalah outsourcing. Sebenarnya sejak dulu ini sudah ada, hanya sekarang packaging-nya semakin fokus,” ujar dia.

Gaya Hidup

Lebih jauh, dalam sesi seminar yang antara lain menghadirkan pembicara Direktur Pengelola JAC Indonesia Mariko Yoshihara, outsourcing di belahan dunia yang lain telah menjadi pilihan bagi pencari kerja.

“Di Jepang, bekerja sebagai karyawan outsource itu merupakan pilihan yang umum. Bagi mereka yang ingin punya waktu lebih banyak untuk keluarga dan kehidupan pribadi, outsourcing memungkinkan orang bekerja dengan waktu yang diinginkan. Jadi, sudah merupakan lifesyle dan bukannya keterpaksaan,” terang Mariko.

Pembicara lain adalah Direktur Marketing Oracle Indonesia Goenawan Loekito yang menegaskan bahwa tidak relevan lagi bicara tentang karyawan tetap dan karyawan outsource dengan pengkotak-kotakan bahwa yang satu lebih aman dan terjamin dibandingkan yang lain.

“Dunia sudah berubah, tak ada lagi lifetime employment. Pekerjaan apapun, tetap atau sementara, yang lebih dibutuhkan adalah spirit dari dalam,” tandas dia.

Tags: