Orang HR, Banggalah Kalau Karyawan Kita Dicaplok

Ini adalah salah satu paradox dalam pekerjaan divisi HR. Di satu sisi orang HR bekerja keras mempertahankan para karyawan terbaik, tetapi di sisi lain ternyata orang HR juga harus bisa meningkatkan daya tarik karyawannya di mata perusahaan lain.

Hal ini terungkap dalam presentasi yang dibawakan Sanjay Bharwani, SVP Human Capital Strategy & Development Bank Mandiri hari ini (Selasa, 29 November, 2011) dalam acara the 4th Human Capital National Conference 2011 yang diadakan oleh PPM Manajemen.

“Kita bekerja keras untuk satu hal, dan satu hal itu adalah: membuat orang kita layak untuk dicaplok oleh perusahaan lain,” kata Sanjay. Dia menambahkan, karena itu salah satu KPI (Key Performance Indicator) dalam pekerjaan HR adalah diukur dari minat perusahaan lain terhadap karyawan kita.

“Banggalah kalau orang kita dicaplok,” tutur Sanjay.

Tetapi karena itu pula HR juga harus bekerja keras untuk mempertahankan (retain) karyawan terbaik. Tantangan HR dalam hal ini adalah meningkatkan keterlibatan (engagement) karyawan terhadap perusahaan.

Dalam kesempatan itu Sanjay juga menjelaskan salah satu tools pengukur engagement dari Gallup organization yang digunakan di Bank Mandiri.

Sanjay mengingatkan peserta yang sebagian besar adalah orang HR agar jangan menyamakan engagement dengan loyalitas. Engagement diukur dari hasil kerja, sementara loyalitas diukur dari masa kerja. Orang yang loyal terhadap perusahaan belum tentu engagement-nya tinggi.

“Kalau dia berpikir akan bekerja di perusahaan sampai berusia 50 tahun, akibatnya yang dia lakukan adalah lari maraton, padahal yang kita perlukan adalah para pelari cepat,” kata Sanjay mengibaratkan.

 

Tags: ,