Mengikat Karyawan dengan “Borgol Emas”

Booming yang terjadi pada industri tertentu biasanya membuat posisi dan nilai tawar para talent dalam industri tersebut tinggi. Perusahaan berlomba-lomba menarik perhatian dan memperebutkan mereka dengan gaji tinggi, sehingga membuat karyawan yang sudah lebih dulu ada di perusahaan itu iri.

“Sebaiknya jangan dengan gaji tinggi, melainkan beri mereka borgol emas,” saran konsultan HR senior pada JAC Indonesia FX Djoko Soedibjo saat memberikan workshop Rumus Sundulan ‘DS’ di Sky Business Center, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (28/2/08).
Apa itu borgol emas? “Mengikat karyawan dengan fasilitas tertentu di luar gaji, untuk waktu yang tertentu pula,” jelas Djoko.

Mantan Direktur HR Indomobil Suzuki International itu memberikan contoh, perusahaan memberikan fasilitas cicilan mobil kepada karyawan, dengan merk dan harga sesuai level jabatan mereka, dalam jangka waktu dua tahun. “Kalau sebelum itu karyawan keluar, da harus mengembalikan biaya berapa persen, sesuai perjanjian tertulis,” kata dia.

Menurut Djoko, banyak cara bagi perusahaan untuk menarik dan meretensi karyawan tanpa mengganggu keseimbangan internal yang sudah tercipta. “Misalnya, talent yang kita hire levelnya sudah tidak membutuhkan mobil, maka beri benefit lain tapi harus disiasati jangan sampai membuat iri karyawan senior yang sudah lebih dulu bergabung dengan perusahaan.”

Lebih jauh Djoko menandaskan, karyawan berhak mengetahui sistem penggajian yang dilakukan oleh perusahaan. “Ingat, sistemnya lho ya, bukan besaran gaji per individu.”
Secara umum, lanjut dia, memang ada kriteria-kriteria untuk sistem penggajian yang baik. “Pertama kali, harus merangsang karyawan untuk bekerja dengan penuh motivasi, dan memenuhi asas keadilan.”Selain itu, sistem penggajian yang baik juga harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Mampu menekan angka turnover karyawan sampai ke titik terendah.

2. Menarik calon-calon karyawan untuk melamar.

3. Seimbang dengan perkembangan perusahaan.

4. Ada aturan main yang jelas bagi jenjang promosi

5. Menghargai kompetensi karyawan.

6. Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Tags: ,