Masih Banyak Tenaga Kerja yang Belum Terlindungi

Meskipun lembaga Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sudah 30 tahun berada di tengah-tengah masyarakat industri di Tanah Air, namun kenyataannya masih banyak tenaga kerja yang belum terlindungi. Salah siapa?

“Ya ini salah Jamsostek sendiri, yang nggak bisa mencakup semua,” ujar salah seorang staff ahli PT Jamsostek Henriarso ketika tampil sebagai pembicara dalam seminar Outsourcing Summit 2007 di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (5/9/07) lalu.

Dengan jujur pula Henriarso mengakui bahwa selama ini Jamsostek lebih terkenal karena hal-hal yang menyedihkan dan tidak baik, dan bukannya karena hal-hal yang menyenangkan.

Namun, pada sisi lain, masih banyaknya pekerja yang belum mendapat perlindungan selayaknya, menurut Henriarso juga tak lepas dari sikap dan komitmen pihak pengusaha. “Masih banyak pemilik usaha yang tidak mendaftarkan karyawannya dalam program Jamsostek,” ujar dia.

Terutama, Henriarso menunjuk perusahaan-perusahaan atau usaha perorangan seperti wartel, warung makan dan toko-toko kecil. Atau, juga usaha sosial seperti yayasan.

“Padahal, ruang lingkup peserta Jamsostek mencakup tenaga kerja pada usaha-usaha perorangan, sosial dan mereka yang bekerja di luar hubungan kerja atau tenaga kerja mandiri seperti dokter praktik swasta, artis hingga tukang ojek,” papar dia.

Berkaitan dengan praktik outsourcing yang marak belakangan ini, yang diprotes sekelompok kalangan karena dianggap sebagai perbudakan modern, menurut Henriarso sebenarnya tidak ada masalah.

“Yang penting mereka (tenaga kerja outsource) diperlakukan sebagaimana mestinya, dan dalam hal ini Jamsostek juga melindungi mereka,” tegas dia.

Tenaga kerja yang bekerja pada industri outsourcing, tambah Henriarso, dilindungi program Jamsostek sebagaimana tenaga kerja yang bekerja dalam hubungan kerja. Teknisnya, bagi tenaga kerja yang ditempatkan bekerja pada perusahaan, kewajiban membayar iuran Jamsosteknya menjadi tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan.

Sedangkan, bagi tenaga kerja yang bekerja pada pelaku bisnis outsourcing yang menerima pekerjaan dari pihak lain, maka kewajiban membayar iuran Jamsosteknya menjadi tanggung jawab pelaku bisnis outsourcing yang bersangkutan.

Tags: