Makna Sukses antara Manajer dan Bos Berbeda

Kalangan manajer memiliki cara berpikir yang sepenuhnya berbeda dengan pengusaha dalam memahami arti yang sesungguhnya tentang sukses di tempat kerja. Jajak pendapat yang dilakukan atas 1.864 orang manajer oleh Chartered Management Institute (CMI) yang berpusat di Inggris menghasilkan temuan menarik. Pada satu sisi, para manajer menjunjung tinggi bagaimana menciptakan pengaruh dalam bekerja, menikmati apa yang mereka kerjakan dan membangun hubungan dengan kolega.

Sementara, pada sisi lain, kaum pengusaha seperti yang dirasakan oleh para manajer itu, lebih memikirkan margin-margin keuntungan dan bagaimana menjadi pemimpin pasar.
Hampir separo manajer yang ditanya mengatakan, mereka menilai sukses dengan luasnya jaringan yang dibangun tim mereka. Namun, hanya sepertiga yang percaya organisasi mereka punya pandangan yang sama.

Satu dari 4 percaya, “mencapai tingkat gaya hidup yang fleksibel” merupakan sebuah tanda sukses profesional, tapi hanya 6% yang merasa bahwa bos mereka setuju dengan pendapat seperti itu. Tiga dari 5 manajer merasa, “menikmati pekerjaan” merupakan faktor penting untuk sukses. Tapi, lagi-lagi hanya 6% dari mereka yang percaya bahwa si bos punya pandangan yang sama.

Kepekaan Tujuan

Lebih jauh riset menemukan, hampir dua pertiga menyebut soal memiliki “kepekaan-tujuan” dalam kerja mereka, dan satu dari 5 merujuk pada “menciptakan perbedaan dalam pergaulan sosial.” Sepersepuluh mencari status di antara para kolega dan 8% mengaklaim bahwa sukses itu membutuhkan “pengakuan publik”.

Hanya 13% yang mengatakan, mereka peduli dengan “memastikan organisasi menuju ke arah market leader”, sedangkan hampir dua pertiga berpikir, bos mereka menjadikan hal yang sama sebagai prioritas.

Dengan prosentase yang sama rendahnya 16% para manajer itu percaya keamanan atas “keberlangsungan” merupakan hal penting, sementara lebih dari separo merasa organisasi mereka menempatkan hal itu sebagai yang utama.

Direktur CMI Jo Causon mengatakan, “Sukses, tak diragukan lagi, punya makna yang berbeda bagi setiap orang, tapi perbedaan antara maksud dan tujuan individu dan bagaimana mereka memandang prioritas-prioritas perusahaan tempat mereka bekerja menunjukkan adanya kebutuhan akan komunikasi internal yang lebih baik.”

“Para manajer harus menyuarakan kebutuhan-kebutuhan profesional sehingga definisi sukses mereka dipahami sementara organisasi perlu menciptakan pemahaman yang benar atas tujuan-tujuan perusahaan untuk memastikan karyawan merasakan pencerahan dari budaya perusahaan,” tambah dia.

Tags: