Kini, Perusahaan Wajib Fasilitasi Ibu-Bekerja yang Sedang Menyusui

Bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember 2008, pemerintah melalui tiga menteri menerbitkan peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk menyediakan fasilitas bagi karyawan perempuan yang memiliki bayi untuk menyusui atau memompa ASI (air susu ibu) di tempat kerja.
Peraturan tersebut ditandatangani dalam acara Peringatan Hari Ibu ke-80  dan Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2008 di Jakarta Convention Centre oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Peraturan bersama ini dibuat dalam rangka konsep pembangunan generasi bangsa dalam permasalahan gizi,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno. Kaitannya dengan perusahaan, 49 persen dari 97 juta tenaga kerja di Indonesia adalah perempuan.
Dalam peraturan tersebut, perusahaan diwajibkan membangun fasilitas pemberian ASI di lingkungan kerja. “Contohnya, membangun pojok laktasi atau klinik pekerja,” ujar Erman seraya mengungkapkan, dari total perusahaan di Indonesia, baru 75 persen yang  sudah mempunyai klinik.
Atau, jika tidak dimungkinkan untuk membawa bayi ke tempat kerja, maka para ibu-bekerja bisa memompa ASI di sela-sela jam kerja, untuk kemudian disimpan di lemari es dan dibawa pulang dengan termos es setelah selesai bekerja.
Selama ini, masalahnya perusahaan tak ada tempat khusus untuk melakukan hal-hal tersebut. Sehingga para ibu-bekerja menyusui bayinya atau memompa ASI di toilet, musala atau pun pantry. Tentu saja, hal itu membuat para ibu tidak nyaman, karena tempat-tempat tersebut tidak memenuhi tuntutan privasi.
Dengan adanya Peraturan Bersama Tiga Menteri tersebut, maka masalah kenyamanan dan privasi untuk para ibu yang sedang menyusi kini terjawab. Sehingga para ibu-bekerja yang habis cuti tiga bulan melahirkan, bisa memenuhi kebutuhan ASI ekslusif untuk bayi mereka, sesuai dengan kampanye yang selama ini didengungkan.
Di samping itu, peraturan bersama tentang Peningkatan Pemberian ASI Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja itu sekaligus juga merupakan salah satu bentuk tunjangan bagi karyawan perempuan, seperti diamanatkan oleh UU No.13 /2003 tentang Ketenagakerjaan.
Erman juga menegaskan, fasilitas pemberian ASI juga dapat dilakukan melalui koperasi pekerja yang sudah ada, yang kini telah mencapai 130 ribu koperasi di seluruh Indonesia. “Diharapkan subsidi kesehatan dari pemerintah dapat dialirkan ke koperasi-koperasi pekerja tersebut,” harap dia.
Ditambahkan, pihaknya akan membentuk tim gabungan interdepartemen untuk memastikan implementasi dari Peraturan Bersama Tiga Menteri tersebut di setiap perusahaan. “Mengenai teknis waktu pemberian ASI akan dibicarakan lebih lanjut dalam rapat gabungan,” ujar dia.

Tags: