Kenaikan Gaji di India Tertinggi se-Asia

Kompetisi dalam mendapatkan talent berkualitas telah memicu kenaikan gaji di berbagai negara dan menurut penelitian, karyawan di India yang paling besar menerima berkahnya.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan HR global Hewitt Associates menemukan bahwa India berada pada peringkat teratas dalam kenaikan gaji di Asia pada 2008. Dan, ini sudah terjadi dalam 5 tahun terakhir.

Perusahaan-perusahaan di India menaikkan gaji karyawannya rata-rata 15,2% setelah tahun lalu angkanya 15,1%.

Menurut analisis survei tersebut, kenaikan gaji dipicu oleh permintaan talent yang tinggi dan ketersediaan yang tidak memadai di pasaran.

“Karyawan kini semakin giat mencari kesempatan-kesempatan karier yang menarik dan secara aktif dilirik oleh organisasi-organisasi lain,” ujar eksekutif Hewitt Sandeep Choudhury. “Organisasi-organisasi sekarang menggunakan kompensasi sebagai strategi untuk menarik mereka.”

China menempati urutan kedua dalam survei Asia 2008 dengan memproyeksikan kenaikan gaji sebesar 8,5%, disusul Filipina dengan 8,3%.

Survei tersebut mengukur kenaikan gaji aktual dan proyektif pada individu-individu di sektor swasta, dengan meneliti praktik-praktik kompensasi dalam 5 kategori jabatan: eksekutif, manajer, staf menengah, karyawan dan pekerja manual.

Survei melibatkan 2000 perusahaan di Asia, dengan 540 di antaranya di India. Perusahaan-perusahaan di India yang disurvei meliputi modal asing, lokal dan joint venture dalam 19 jenis industri. Ironisnya, lebih dari 300 juta dari 1,1 miliar penduduknya masih hidup dengan kurang dari satu dolar per hari.

Belum lagi, hampir dua kali lipat dari angka tersebut masih kesulitan mendapatkan fasilitas-fasilitas dasar seperti air minum, pendidikan dan perawatan kesehatan.

Surve Hewitt mencakup perusahaan-perusahaan di Australia, China, Hongkong, India, Jepang, Korera Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand. Temuan lainnya, banyak perusahaan yang masih mengeluhkan sulitnya meretensi karyawan.

Tags: