Kebun Sayur Bantu Kembalikan Moral Karyawan

Kebun sayuran? Nggak salah? Kendati baru dilakukan oleh beberapa perusahaan kecil di Amerika, namun program ini sungguh menarik dan inspiratif: mengubah halaman belakang kantor menjadi kebun sayur-mayur. Tujuannya untuk mengembalikan semangat karyawan yang babak-belur akibat gelombang PHK pasca-krisis.

Itulah yang dilakukan antara lain oleh Sheryl Woodhouse-Keese, pemilik Twisted Limb Paperworks LLC di Bloomington, Indiana. Setelah mengurangi jumlah karyawan, memangkas jam kerja dan mengalami kemandekan pertumbuhan, dia menginvestasikan 600 dolar AS untuk menyulap halaman kantornya yang sehari-hari memproduksi barang-barang berbahan kertas daur ulang.

Hasilnya, kini empat karyawannya bisa memetik dan membawa pulang tak kurang dari 10 jenis tanaman obat dan 22 macam sayuran.

“Kebun benar-benar bisa memberi keuntungan yang menyenangkan, menghemat anggaran belanja karyawan,” ujar Woodhouse-Keese seperti dilaporkan The New York Times.

Kebun yang disponsori oleh perusahaan bisa menjadi cara yang murah dan mudah untuk membangkitkan kembali moral karyawan, sekaligus membantu perusahaan sendiri untuk meningkatkan jaminan kesehatan dan kesejahteraan karyawan.

“Bagi perusahaan kecil dan menengah, kebun bisa mendorong semangat kerjasama di antara para karyawan dan menjadi aset yang bernilai bagi organisasi,” ujar profesor perilaku organisasi dan manajemen HR pada Sekolah Bisnis Smith di Universitas Maryland Paul Teslak.

Dikatakan, semua itu membutuhkan sumber daya yang telatif sedikit, namun berdampak besar, antara lain bisa membantu perusahaan dalam proses rekrutmen dan menjadi faktor pembeda dari kompetitor.

Hal yang sama dilakukan oleh Haberman, sebuah perusahaan PR dan branding di Minneapolis yang menginvestasikan dana sekitar 10 ribu dollar AS tahun ini untuk membuat kebun bagi 30 orang karyawannya. Untuk pekerjaan tertentu yang sulit, perusahaan meng-hire tenaga paroh waktu, namun untuk pekerjaan lainnya dilakukan karyawan sendiri.

Menurut anggota pendiri dan CEO-nya, Fred Haberman, berkebun bisa menciptakan “efek pendingin air”. “Orang-orang di luar sana jadi semakin excitement untuk bekerja di Haberman,” kata dia. Selain itu, karena perusahaan memiliki banyak klien dalam industri makanan organis, maka berkebun bisa membantu karyawan terhubung dengan mereka.

Bagi Lundberg Family Farms, perusahaan penghasil produk-produk dari beras di Richvale, California, berkebun telah menjadi bagian dari program kesejahteraan karyawan. Menurut Manajer HR Rhonda Turner, berkebun itu menyehatkan, menjadi aktivitas pemanasan di pagi hari, dan membebaskan karyawan dari serangan flu.

Anda tertarik? Yang perlu diperhatikan, usaha berkebun di kantor menyita waktu dan meminta dukungan penuh dari karyawan, terutama untuk menjaga kelangsungannya agar menghasilkan. Pulang kerja membawa sawi, terong dan tomat, siapa tak ingin?